Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Hemofilia, Kelainan Darah Langka yang Bikin Luka Sulit Berhenti

Fatra Aditya • Senin, 4 Mei 2026 | 14:46 WIB
Hemofilia bukan sekadar luka yang lama sembuh. Penyakit langka ini terjadi karena gangguan pembekuan darah sehingga penderita bisa mengalami perdarahan berkepanjangan, memar tanpa sebab, hingga nyeri sendi akibat perdarahan di dalam tubuh. (AI)
Hemofilia bukan sekadar luka yang lama sembuh. Penyakit langka ini terjadi karena gangguan pembekuan darah sehingga penderita bisa mengalami perdarahan berkepanjangan, memar tanpa sebab, hingga nyeri sendi akibat perdarahan di dalam tubuh. (AI)

KOTA, Radar Trenggalek - Hemofilia merupakan penyakit langka yang perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan perdarahan berkepanjangan. Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Peduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek, drg. Andiek Muarifin, menjelaskan bahwa hemofilia adalah kelainan darah yang hingga sampai membuat proses pembekuan darah tidak berjalan dengan normal.

Dirinya menyontohkan apabila penyintas hemofilia mengalami luka maka tubuhnya akan kesulitan untuk menghentikan pendarahan karena adanya kelainan. “Penderita hemofilia akan mengalami kesulitan menghentikan perdarahan saat terluka,” jelasnya.

Ia menyebut terdapat dua jenis utama hemofilia, yaitu hemofilia A dan hemofilia B. Keduanya memiliki gejala yang serupa, namun tingkat keparahannya tergantung pada kadar faktor pembekuan darah dalam tubuh.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain luka yang sulit berhenti berdarah, munculnya memar besar tanpa sebab jelas, serta perdarahan di dalam sendi seperti lutut, siku, dan pergelangan tangan.

Baca Juga: Waspadai Kanker Tulang , Kenali Gejalanya !

Kondisi tersebut dapat menimbulkan nyeri dan pembengkakan. Selain itu, hemofilia juga bisa ditandai dengan adanya darah pada urin atau feses, serta perdarahan yang tidak kunjung berhenti setelah tindakan medis seperti pencabutan gigi atau operasi.

drg. Andiek menekankan pentingnya pencegahan komplikasi melalui gaya hidup sehat dan pengelolaan penyakit yang tepat. Penderita disarankan menghindari aktivitas berisiko tinggi yang dapat menyebabkan cedera. “Kontrol rutin ke dokter dan menjalani terapi sesuai anjuran sangat penting,” ujarnya.

Ia juga menyarankan vaksinasi tertentu, seperti hepatitis B, untuk melindungi kondisi kesehatan penderita. Selain itu, menjaga berat badan ideal dan pola makan sehat dapat membantu mengurangi tekanan pada persendian. Dengan penanganan yang tepat, penderita hemofilia tetap dapat menjalani kehidupan dengan baik. (tra)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Dinkesdalduk KB Kabupaten Trenggalek #drg. Andiek Muarifin #hemofilia #trenggalek