KOTA, Radar Trenggalek - Diabetes melitus masih menjadi salah satu penyakit yang terus meningkat di masyarakat. Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) yang diakibatkan oleh tubuh yang kekurangan insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Plt Kepala Dinas Kesehatan pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek, drg. Andiek Muarifin, menyebut penyakit ini terjadi akibat gangguan metabolisme tubuh yang membuat insulin tidak bekerja secara efektif.
“Diabetes melitus terjadi ketika tubuh tidak mampu mengontrol kadar gula darah dengan baik,” katanya.
Untuk menekan angka kasus, Dinas Kesehatan Trenggalek terus menggencarkan program skrining rutin di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
Baca Juga: Hemofilia, Kelainan Darah Langka yang Bikin Luka Sulit Berhenti
Pemeriksaan juga dilakukan melalui layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Selain itu, bagi peserta BPJS, tersedia program Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) yang fokus pada penanganan diabetes dan hipertensi. Program ini mencakup pemeriksaan rutin, pengobatan, hingga edukasi kesehatan.
“Di puskesmas juga ada kegiatan seperti senam rutin untuk membantu menjaga kondisi pasien, selain itu juga ada prolanis,” ujarnya.
drg. Andiek menekankan pentingnya pencegahan melalui perubahan gaya hidup.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi gula atau menggunakan gula khusus dan mengurangi asupan karbohidrat yang berlebihan, serta menghindari makanan-makanan olahan.
Konsumsi makanan tinggi serat seperti biji-bijian, serta memperbanyak minum air putih juga dianjurkan. Selain itu, olahraga rutin dan berhenti merokok menjadi langkah penting dalam mencegah diabetes.
Ia menambahkan bahwa penggunaan gula khusus bagi penderita diabetes tidak serta-merta menjadi solusi utama, sehingga pengaturan pola makan tetap menjadi kunci. “Yang paling penting adalah disiplin dalam menjaga pola hidup sehat,” pungkasnya.(tra/c1/din)
Editor : Adinda Putri SefianaSumber : RADAR TRENGGALEK