Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Fenomena Bediding Perlu Disiasati

Fatra Aditya • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:36 WIB
Fenomena bediding mulai terasa di Trenggalek. Warga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan pakaian hangat, gizi seimbang, dan istirahat cukup. (AI)
Fenomena bediding mulai terasa di Trenggalek. Warga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan pakaian hangat, gizi seimbang, dan istirahat cukup. (AI)

KOTA, Radar Trenggalek – Memasuki musim kemarau, masyarakat Trenggalek diimbau untuk selalu menjaga kondisi tubuh selama fenomena bediding yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.

Fenomena tersebut merupakan kondisi alamiah ketika suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya. Terutama pada malam hingga dini hari saat musim kemarau sedang berlangsung.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, drg Andiek Muarifin mengatakan, perubahan suhu yang cukup ekstrem tersebut dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan baik. Maka dari itu, kondisi tubuh juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Tekan Diabetes Melitus, Dinkes Trenggalek Gencarkan Skrining dan Edukasi

Menurut dia, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh selama musim bediding. Salah satunya dengan menggunakan pakaian hangat, jaket, atau selimut yang cukup saat beristirahat pada malam hari.

Selain itu, masyarakat dianjurkan mengonsumsi minuman hangat guna membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Asupan makanan bergizi seimbang juga perlu diperhatikan dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur.

"Gunakan pakaian hangat, jaket atau selimut yang cukup saat malam hari, konsumsi minuman hangat untuk membantu menjaga suhu tubuh, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta pastikan ventilasi dan sirkulasi udara rumah tetap baik,” jelasnya.

Baca Juga: Hemofilia, Kelainan Darah Langka yang Bikin Luka Sulit Berhenti

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga ventilasi dan sirkulasi udara di dalam rumah agar tetap baik. Perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti balita, lansia, serta penderita penyakit kronis yang lebih mudah terdampak perubahan cuaca.

drg Andiek mengajak masyarakat untuk tetap waspada selama musim kemarau. Cuaca dingin bukan menjadi penghalang untuk tetap sehat, aktif, dan produktif apabila masyarakat menerapkan pola hidup sehat serta menjaga daya tahan tubuh dengan baik.

“Mari tetap waspada dan menjaga kesehatan selama musim kemarau. Cuaca dingin bukan penghalang untuk tetap sehat, aktif, dan produktif,” pungkasnya. (tra/c1/din)

Editor : Isna Dzikirianti
#Masyarakat Trenggalek #fenomena bediding #suhu udara terasa lebih dingin #daya tahan tubuh #musim kemarau