Tak Selalu Berbahaya, Studi Terbaru Ungkap 5 Cangkir Kopi Sehari Bisa Aman untuk Jantung

Jonathan Alinskie Winata • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 12:45 WIB
KESEHATAN JANTUNG: 5 cangkir kopi per hari aman untuk jantung? Simak penjelasan terbaru American Heart Association beserta fakta ilmiahnya.
KESEHATAN JANTUNG: 5 cangkir kopi per hari aman untuk jantung? Simak penjelasan terbaru American Heart Association beserta fakta ilmiahnya.

Minum kopi setiap hari kerap dikaitkan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Namun, temuan terbaru dari American Heart Association (AHA) justru menunjukkan bahwa 5 cangkir kopi per hari aman untuk jantung bagi sebagian besar orang dewasa yang sehat, selama dikonsumsi dalam batas wajar dan dengan cara penyajian yang tepat.

Pernyataan ilmiah terbaru yang dipublikasikan AHA pada 20 Juli 2026 di jurnal Circulation merangkum berbagai hasil penelitian terkini mengenai hubungan konsumsi kopi dengan kesehatan kardiovaskular.

Berdasarkan bukti yang dianalisis, konsumsi hingga 400 miligram kafein atau sekitar lima cangkir kopi berkafein per hari tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular pada orang dewasa sehat.

Meski demikian, AHA menegaskan bahwa 5 cangkir kopi per hari aman untuk jantung bukan berarti semua orang dianjurkan mengonsumsi kopi sebanyak itu.

Efek kopi sangat dipengaruhi oleh jenis kopi, metode penyeduhan, bahan tambahan, kondisi kesehatan, hingga faktor genetik masing-masing individu.

Hubungan Kopi dengan Tekanan Darah Ternyata Lebih Kompleks

Selama ini banyak orang percaya semakin banyak minum kopi, semakin tinggi pula risiko hipertensi.

Akan tetapi, hasil penelitian yang ditinjau AHA menunjukkan hubungan yang jauh lebih rumit.

Pada individu dengan tekanan darah normal, konsumsi satu hingga tiga cangkir kopi per hari justru dalam beberapa studi dikaitkan dengan risiko hipertensi yang sedikit lebih tinggi dibanding mereka yang mengonsumsi lebih dari tiga cangkir per hari.

Para ahli menjelaskan bahwa peminum kopi rutin kemungkinan telah mengembangkan toleransi terhadap efek kafein yang dapat meningkatkan tekanan darah dalam jangka pendek.

Baca Juga: Fenomena Bediding Perlu Disiasati

Sementara itu, orang yang sensitif terhadap kafein biasanya akan mengurangi konsumsi kopinya sehingga memengaruhi hasil penelitian.

Meski begitu, setiap orang tetap memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap kafein.

Pengaruh terhadap Irama Jantung

AHA juga menyoroti hubungan kopi dengan gangguan irama jantung.

Berdasarkan sejumlah penelitian observasional, konsumsi satu hingga tiga cangkir kopi berkafein per hari tidak meningkatkan risiko fibrilasi atrium atau gangguan irama jantung yang umum terjadi.

Namun, beberapa uji klinis menemukan bahwa konsumsi kafein tetap dapat meningkatkan risiko premature ventricular contractions (PVC) pada sebagian orang.

Kondisi ini merupakan gangguan irama jantung yang berasal dari bilik jantung dan dalam kasus tertentu dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius apabila terjadi terus-menerus.

Karena itu, orang dengan riwayat aritmia tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter mengenai batas konsumsi kopi yang sesuai.

Jenis Kopi Berpengaruh pada Kolesterol

Laporan AHA juga menemukan bahwa tidak semua jenis kopi memberikan efek yang sama terhadap kadar kolesterol.

Kopi tanpa penyaringan seperti espresso, French press, maupun kopi Turki cenderung meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

Penyebabnya adalah senyawa alami bernama cafestol yang masih terkandung dalam minuman tersebut.

Sebaliknya, kopi yang disaring menggunakan filter maupun kopi instan tidak menunjukkan peningkatan kadar LDL karena sebagian besar cafestol telah tersaring selama proses penyeduhan.

Risiko Diabetes Justru Lebih Rendah

Temuan menarik lainnya menunjukkan konsumsi kopi hitam berkafein secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.

Analisis terhadap puluhan penelitian menemukan konsumsi sekitar 3,5 hingga 5 cangkir kopi setiap hari berhubungan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 sebesar 20 hingga 30 persen.

Meski demikian, para peneliti menilai manfaat tersebut kemungkinan bukan semata-mata berasal dari kandungan kafein, melainkan dari antioksidan, polifenol, dan berbagai senyawa alami lain yang terdapat pada biji kopi.

Hindari Gula Berlebih dan Minuman Energi

AHA mengingatkan bahwa manfaat kopi dapat berkurang apabila minuman tersebut dicampur gula berlebihan, sirup berperisa, krimer, atau bahan tinggi kalori lainnya.

Selain itu, minuman energi dan energy shot tidak dapat disamakan dengan kopi.

Produk tersebut umumnya mengandung kadar kafein tiga hingga empat kali lebih tinggi serta tambahan gula yang berpotensi meningkatkan tekanan darah, mengganggu irama jantung, dan memperburuk kesehatan metabolik.

Para ahli lebih menyarankan konsumsi kopi hitam atau kopi dengan pemanis seminimal mungkin.

Meski hasil penelitian terbaru memberikan kabar baik bagi pencinta kopi, AHA menegaskan bahwa angka lima cangkir per hari bukanlah target yang harus dicapai.

Baca Juga: Perubahan BPJS Kesehatan 2026, Ini 5 Kebijakan Baru yang Berdampak bagi Lansia dan Pensiunan 

Pola makan sehat, olahraga teratur, tidur cukup, tidak merokok, serta mengenali respons tubuh terhadap kafein tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan jantung secara menyeluruh.

Editor : Jonathan Alinskie Winata
Sumber : RADAR TRENGGALEK
AHA Tekanan Darah kafein kopi kesehatan jantung