12 Kebiasaan yang Bisa Merusak Ginjal Menurut Dokter, dari Kurang Minum Air hingga Terlalu Sering Minum Boba

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:40 WIB
12 kebiasaan yang bisa merusak ginjal menurut dokter, mulai dari kurang minum air, konsumsi garam berlebihan, hingga terlalu sering minum minuman manis (Pinterest).
12 kebiasaan yang bisa merusak ginjal menurut dokter, mulai dari kurang minum air, konsumsi garam berlebihan, hingga terlalu sering minum minuman manis (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele ternyata dapat mempercepat kerusakan ginjal. Mulai dari kurang minum air putih, konsumsi garam berlebihan, hingga terlalu sering mengonsumsi minuman manis disebut dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi ginjal jika dilakukan dalam jangka panjang.

Ginjal merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti untuk menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme, serta menjaga keseimbangan cairan dan mineral di dalam tubuh. Karena itu, menjaga kesehatan ginjal menjadi hal penting agar organ ini tetap dapat menjalankan fungsinya secara optimal.

Dalam sebuah video edukasi kesehatan, dijelaskan sedikitnya ada 12 kebiasaan yang dapat memperberat kerja ginjal dan meningkatkan risiko penyakit ginjal apabila tidak dihindari.

Baca Juga: Modifikasi Toyota Agya 2024 Konsep OEM Look: Sulap LCGC Jadi Mewah Pakai Part Veloz dan Raize

Kurang Minum Air Putih Membuat Ginjal Bekerja Lebih Berat

Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan adalah kurang mengonsumsi air putih.

Ginjal bekerja layaknya filter yang membutuhkan cairan agar mampu menyaring limbah tubuh secara optimal. Saat tubuh kekurangan cairan, ginjal menjadi lebih sulit membuang zat sisa sehingga meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal sekaligus memperberat kinerjanya.

Untuk membantu menjaga fungsi ginjal, konsumsi air putih dianjurkan sekitar 2 hingga 3 liter per hari. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 10 hingga 15 gelas atau sekitar 1 hingga 2 botol berukuran 1,5 hingga 2 liter.

Air putih juga disebut sebagai pilihan terbaik dibandingkan minuman bersoda maupun minuman manis yang justru dapat menambah beban kerja ginjal.

Konsumsi Garam Berlebihan Meningkatkan Risiko Kerusakan Ginjal

Asupan garam yang terlalu tinggi juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat kerusakan ginjal.

Ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan natrium dari dalam tubuh. Jika jumlah natrium terlalu banyak, ginjal dapat kewalahan sehingga natrium menumpuk di dalam darah.

Kondisi tersebut menarik lebih banyak cairan ke pembuluh darah yang akhirnya meningkatkan tekanan darah. Dalam jangka panjang, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal sehingga fungsi penyaringannya terus menurun.

Untuk mengurangi risiko tersebut, disarankan membatasi konsumsi makanan instan, camilan asin, dan makanan cepat saji. Sebagai alternatif, penggunaan bumbu alami seperti bawang putih, lada, maupun rempah-rempah dapat membantu menambah cita rasa makanan tanpa harus menambahkan garam berlebihan.

Membiasakan membaca label kandungan natrium pada kemasan makanan juga dapat membantu mengontrol asupan garam harian.

Soda dan Alkohol Sama-sama Memberatkan Kerja Ginjal

Minuman bersoda maupun alkohol juga disebut dapat berdampak buruk terhadap kesehatan ginjal.

Soda berwarna gelap umumnya mengandung fosfat dalam jumlah tinggi yang berpotensi mengganggu keseimbangan mineral tubuh apabila dikonsumsi berlebihan.

Sementara itu, soda bening memang cenderung memiliki kandungan fosfat lebih rendah, tetapi tetap mengandung gula atau pemanis buatan dalam jumlah tinggi yang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi.

Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor yang berkontribusi terhadap kerusakan ginjal dalam jangka panjang.

Di sisi lain, alkohol bersifat diuretik sehingga menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui urin. Kondisi tersebut membuat ginjal harus bekerja lebih keras menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Selain menyebabkan dehidrasi, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah yang berpotensi merusak fungsi ginjal dan hati.

Baca Juga: Modifikasi Toyota Agya Tipe G CVT Merah Gaya JDM Harian: Sentuhan OEM dan Fitment Rata Fender

Penggunaan Obat Pereda Nyeri Berlebihan Tidak Dianjurkan

Penggunaan obat anti nyeri seperti ibuprofen secara berlebihan juga menjadi perhatian.

Konsumsi obat tersebut terlalu sering atau dalam jangka panjang dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai nefropati analgesik.

Obat anti nyeri dapat mengganggu aliran darah menuju ginjal sehingga kemampuan organ tersebut menyaring limbah menjadi berkurang. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gagal ginjal.

Karena itu, penggunaan obat pereda nyeri sebaiknya dilakukan hanya ketika diperlukan dan sesuai dosis yang dianjurkan tenaga medis.

Pola Makan Tinggi Protein dan Makanan Ultra Proses

Protein memang dibutuhkan tubuh. Namun konsumsi berlebihan, terutama yang berasal dari daging merah maupun suplemen protein dosis tinggi, dapat meningkatkan beban kerja ginjal.

Ginjal harus menyaring lebih banyak limbah hasil metabolisme protein sehingga kinerjanya menjadi lebih berat.

Selain itu, makanan ultra proses seperti sosis, nugget, maupun mi instan umumnya mengandung natrium dan fosfat tinggi yang dapat mengganggu keseimbangan mineral tubuh serta meningkatkan tekanan darah.

Sebagai alternatif, sumber protein seperti ikan, tahu, dan tempe disebut lebih ramah bagi kesehatan ginjal.

Apabila membutuhkan asupan protein lebih tinggi, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dianjurkan agar jumlah yang dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh.

Minuman Manis Meningkatkan Risiko Penyakit Ginjal Kronis

Konsumsi minuman manis secara berlebihan juga menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diwaspadai.

Minuman seperti boba, teh susu kemasan, maupun kopi dengan tambahan sirup mengandung gula dalam jumlah tinggi.

Disebutkan bahwa satu gelas minuman boba dapat mengandung sekitar 40 hingga 60 gram gula.

Jumlah tersebut melampaui rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni sekitar 25 gram gula per hari untuk wanita dan 36 gram per hari untuk pria.

Konsumsi gula berlebihan meningkatkan risiko diabetes dan obesitas yang merupakan dua penyebab utama penyakit ginjal kronis.

Baca Juga: rekomendasi Modifikasi Toyota Agya Simple Elegan: Tampil Clean dan Rapi dengan Modal Ratusan Ribu

Menahan Buang Air Kecil Terlalu Sering Berisiko Menimbulkan Infeksi

Kebiasaan menunda buang air kecil juga dapat berdampak terhadap kesehatan ginjal.

Urin yang terlalu lama berada di kandung kemih meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).

Apabila infeksi tidak segera ditangani, bakteri dapat menyebar hingga ke ginjal dan menyebabkan pielonefritis atau infeksi ginjal yang berpotensi merusak jaringan ginjal.

Selain itu, tekanan yang meningkat di dalam saluran kemih juga membuat ginjal bekerja lebih berat.

Kurang Tidur Memengaruhi Fungsi Ginjal

Tidur yang cukup juga berperan dalam menjaga kesehatan ginjal.

Saat tidur, tubuh melakukan proses perbaikan sel, termasuk sel-sel pada ginjal.

Kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol yang dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan tekanan darah.

Gangguan tidur juga dikaitkan dengan terganggunya metabolisme glukosa yang meningkatkan risiko diabetes sebagai salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis.

Merokok Mengurangi Aliran Darah ke Ginjal

Kebiasaan merokok tidak hanya berdampak pada paru-paru, tetapi juga memengaruhi fungsi ginjal.

Nikotin dan berbagai zat kimia lain dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah menuju ginjal berkurang.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan ginjal progresif sekaligus meningkatkan risiko hipertensi dan gagal ginjal.

Baca Juga: Daftar Harga Suzuki Karimun Bekas Juli 2026 Termurah: Cek Pilihan Unit Mulai Rp40 Jutaan

Konsumsi Makanan Tinggi Oksalat Berlebihan Memicu Batu Ginjal

Beberapa jenis makanan seperti bayam, cokelat, bit, kacang-kacangan, dan teh hitam mengandung oksalat.

Apabila dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi asupan kalsium yang cukup, oksalat dapat berikatan dengan kalsium dan membentuk batu ginjal.

Untuk membantu mengurangi risiko tersebut, makanan tinggi oksalat dianjurkan dikonsumsi bersama sumber kalsium alami seperti susu, keju, atau yogurt.

Minuman Berenergi dan Kafein Berlebihan

Konsumsi minuman berenergi maupun kopi dalam jumlah besar juga perlu dibatasi.

Kafein berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, memicu dehidrasi, sekaligus meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urin yang berpotensi memicu pembentukan batu ginjal.

Batas konsumsi kafein yang disebutkan adalah tidak lebih dari sekitar 400 miligram per hari atau setara sekitar empat cangkir kopi.

Suplemen Herbal dan Protein Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Sembarangan

Penggunaan suplemen herbal maupun suplemen protein dosis tinggi tanpa pengawasan juga perlu mendapat perhatian.

Sebagian suplemen herbal disebut belum memiliki bukti keamanan yang memadai dan berpotensi mengandung zat yang berbahaya bagi ginjal.

Sementara itu, konsumsi whey protein maupun kreatin dalam dosis tinggi dapat memperberat kerja ginjal, terutama pada orang yang telah memiliki gangguan fungsi ginjal.

Karena itu, konsumsi suplemen sebaiknya dilakukan sesuai kebutuhan dan setelah berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

Menjaga kesehatan ginjal tidak hanya bergantung pada pemeriksaan rutin, tetapi juga dipengaruhi kebiasaan sehari-hari. Memenuhi kebutuhan air putih, mengurangi gula, garam, makanan ultra proses, serta menghindari kebiasaan yang membebani ginjal menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga fungsi organ tersebut dalam jangka panjang.

Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Karimun Kotak 2002 Bekas: Unit Kelangenan Irit BBM Dibanderol Rp45 Juta

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
kebiasaan yang bisa merusak ginjal kesehatan ginjal penyakit ginjal kronis cara menjaga ginjal tetap sehat fungsi ginjal