Daun Pegagan Disebut Bermanfaat untuk Otak hingga Kulit, Dokter Jelaskan Cara Mengolahnya Menjadi Ramuan Herbal

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:55 WIB
Daun pegagan atau Centella asiatica disebut bermanfaat untuk kesehatan otak, kulit, dan memori. Simak manfaat serta cara membuat ramuan herbalnya (Pinterest).
Daun pegagan atau Centella asiatica disebut bermanfaat untuk kesehatan otak, kulit, dan memori. Simak manfaat serta cara membuat ramuan herbalnya (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Daun pegagan kembali menjadi sorotan setelah dibahas sebagai salah satu tanaman herbal tradisional yang dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Dalam sebuah tayangan kesehatan, dokter Sri Rezeki dan dokter Ikhlas menjelaskan potensi daun pegagan sebagai ramuan herbal yang dapat membantu menjaga fungsi otak, kesehatan kulit, hingga mendukung kualitas tidur.

Tanaman yang memiliki nama latin Centella asiatica ini juga dikenal luas sebagai bahan utama dalam berbagai produk perawatan kulit. Selain dikaitkan dengan manfaat kecantikan, daun pegagan disebut memiliki kandungan yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Dokter dalam tayangan tersebut menegaskan bahwa daun pegagan merupakan tanaman herbal yang mudah dikenali dari bentuk daunnya yang khas dan banyak ditemukan di daerah yang memiliki kondisi lembap atau berair.

Daun Pegagan Disebut Memiliki Beragam Manfaat

Menurut penjelasan dokter Sri Rezeki, daun pegagan mengandung sejumlah nutrisi seperti vitamin, protein, mineral, serta senyawa triterpenoid.

Kandungan tersebut disebut berperan dalam membantu merevitalisasi sel-sel otak sekaligus merangsang sirkulasi darah menuju otak.

"Daun pegagan dapat membantu meningkatkan fungsi mental, membantu mengatasi gangguan seperti depresi, insomnia, hingga membantu memperbaiki sirkulasi darah ke otak," jelasnya.

Ia juga menyebut tanaman herbal ini dipercaya dapat membantu meningkatkan daya ingat sehingga dinilai baik untuk mendukung kemampuan memori.

Selain itu, daun pegagan disebut dapat membantu pasien yang mengalami gangguan akibat stroke karena dikatakan mampu membantu proses regenerasi sel dan memperbaiki sirkulasi darah.

Meski demikian, seluruh penjelasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pemaparan mengenai pemanfaatan herbal tradisional.

Berpotensi Membantu Menjaga Kesehatan Kulit

Tidak hanya dikaitkan dengan kesehatan otak, daun pegagan juga disebut memiliki manfaat bagi kulit.

Dokter Sri Rezeki menjelaskan bahwa perbaikan sirkulasi darah yang dipicu oleh kandungan dalam daun pegagan dipercaya dapat membantu memperbaiki kondisi kulit.

Menurutnya, tanaman ini juga kerap dimanfaatkan untuk membantu mengatasi beberapa masalah kulit, termasuk bekas luka seperti keloid.

Tak heran apabila ekstrak Centella asiatica kini banyak digunakan sebagai bahan aktif dalam berbagai produk kecantikan.

Ia mengatakan manfaat tersebut juga menjadi alasan mengapa daun pegagan sering dikaitkan dengan upaya mencegah penuaan dini.

"Karena sirkulasi darah menjadi lebih baik, maka perbaikan sel juga berlangsung lebih optimal, termasuk pada kulit," ujarnya.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Unik di Kota Batu yang Wajib Dikunjungi, dari Alun-Alun hingga Museum Angkut

Diklaim Dapat Membantu Meningkatkan Daya Ingat

Dalam pemaparannya, dokter Sri Rezeki mengatakan daun pegagan dapat membantu meningkatkan kemampuan memori.

Ia menjelaskan bahwa manfaat tersebut berasal dari proses revitalisasi sel dan peningkatan aliran darah menuju otak.

Menurutnya, manfaat tersebut tidak diperoleh secara instan.

Ia menegaskan bahwa konsumsi herbal memerlukan waktu dan dilakukan secara rutin sesuai anjuran.

"Harapannya bukan diminum seminggu lalu langsung berubah. Jika dikonsumsi secara rutin sesuai anjuran, diharapkan ada perubahan," katanya.

Siapa yang Boleh Mengonsumsi Daun Pegagan?

Dokter Sri Rezeki mengatakan daun pegagan pada dasarnya dapat dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia.

Menurutnya, anak-anak berusia sekitar lima tahun juga dapat mengonsumsi daun pegagan dengan dosis yang disesuaikan.

Salah satu cara penyajiannya adalah dengan mengeringkan daun pegagan atau merebusnya menjadi teh herbal.

Ramuan tersebut kemudian diminum sesuai kebutuhan.

Ia menilai konsumsi dalam jumlah yang tepat dapat membantu mendukung daya ingat karena berkaitan dengan sirkulasi darah menuju otak.

Dokter Ingatkan Tidak Berlebihan

Meski disebut memiliki banyak manfaat, dokter Sri Rezeki mengingatkan agar konsumsi daun pegagan tidak dilakukan secara berlebihan.

Ia menegaskan masyarakat sebaiknya mengikuti takaran yang dianjurkan dan tidak menambah jumlah daun secara sembarangan.

Menurutnya, bentuk daun pegagan yang masih berupa simplisia atau bahan alami dinilai relatif aman apabila digunakan sesuai anjuran.

Namun, ia tetap mengimbau masyarakat memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya.

Apabila muncul rasa gatal atau keluhan lain setelah meminum ramuan tersebut, konsumsi sebaiknya dihentikan.

"Kalau setelah minum muncul rasa tidak nyaman atau gatal, sebaiknya berhenti karena setiap orang bisa memiliki respons yang berbeda," ujarnya.

Baca Juga: Skandal Korupsi Kebun Binatang Surabaya Rp10 M Meledak, Ex Dirut Ditangkap Usai Palsukan Laporan Pakan Satwa

Cara Membuat Ramuan Herbal Daun Pegagan

Dalam tayangan tersebut juga dijelaskan cara sederhana mengolah daun pegagan menjadi minuman herbal.

Ramuan dibuat menggunakan sekitar satu liter air.

Langkah pertama adalah merebus kayu manis selama sekitar 10 hingga 15 menit.

Setelah itu, daun pegagan sebanyak sekitar 10 hingga 15 lembar dimasukkan ke dalam rebusan.

Daun yang digunakan hanya bagian daunnya tanpa tangkai.

Setelah direbus kembali selama kurang lebih 10 menit, air rebusan kemudian disaring sebelum diminum.

Menurut dokter, waktu terbaik mengonsumsi ramuan tersebut adalah setelah makan.

Dikombinasikan dengan Serai agar Lebih Nikmat

Agar rasa ramuan lebih nyaman diminum, dokter juga menambahkan daun serai ke dalam rebusan.

Menurutnya, serai memberikan aroma yang lebih harum sekaligus membantu memberikan efek relaksasi pada tubuh.

Ramuan tersebut terdiri atas kayu manis, daun pegagan, dan daun serai.

Apabila menginginkan rasa yang lebih manis, masyarakat juga dapat menambahkan madu, gula, ataupun perasan jeruk nipis sesuai selera.

Namun, dokter menegaskan bahan utama yang sebaiknya tetap dipertahankan adalah daun pegagan.

Tujuannya agar manfaat herbal yang diharapkan tetap diperoleh.

Herbal Tradisional Disebut Sebagai Alternatif Pendamping

Di akhir pembahasan, dokter menyampaikan bahwa ramuan daun pegagan merupakan salah satu alternatif minuman herbal yang mudah dibuat di rumah.

Bahan-bahannya dinilai sederhana dan mudah ditemukan sehingga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengonsumsi minuman herbal tradisional.

Meski demikian, dokter tetap mengingatkan agar penggunaan herbal dilakukan secara bijak dan memperhatikan kondisi masing-masing individu.

Apabila muncul reaksi yang tidak diinginkan setelah mengonsumsi ramuan herbal, pengguna disarankan menghentikan konsumsi dan memperhatikan penyebab keluhan yang muncul.

Dengan cara pengolahan yang sederhana, daun pegagan disebut dapat menjadi salah satu tanaman herbal yang dimanfaatkan sebagai minuman pendamping untuk menjaga kesehatan tubuh sesuai anjuran.

Baca Juga: 15 Tempat Wisata Banyuwangi Paling Populer yang Wajib Dikunjungi, dari Kawah Ijen hingga Pulau Merah

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
daun pegagan Centella asiatica manfaat daun pegagan Kesehatan Otak ramuan herbal