TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Tanaman liar yang kerap tumbuh di pekarangan rumah, pinggir jalan, hingga tepi sungai ternyata tidak selalu menjadi gulma yang mengganggu. Beberapa di antaranya justru memiliki manfaat bagi kesehatan jika dimanfaatkan dengan tepat. Seorang dokter sekaligus peneliti obat herbal, dr. Mutoharoh, M.Si Herbal, menjelaskan khasiat lima tanaman liar yang selama ini banyak ditemukan di lingkungan sekitar, mulai dari meniran, pegagan, alang-alang, krokot, hingga rumput teki.
Tanaman-tanaman tersebut disebut mengandung berbagai senyawa aktif yang dipercaya bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, penggunaannya tetap harus dilakukan secara bijak, sesuai dosis yang dianjurkan, serta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Dalam penjelasannya, dr. Mutoharoh juga mengingatkan bahwa meskipun berasal dari bahan alami, beberapa tanaman memiliki kontraindikasi sehingga tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang.
Meniran Disebut Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Tanaman pertama yang dibahas adalah meniran (Phyllanthus niruri). Tanaman liar ini banyak tumbuh di pekarangan rumah maupun lahan terbuka.
Menurut dr. Mutoharoh, meniran kaya akan kandungan antioksidan dan dikenal sebagai imunomodulator, yaitu tanaman yang disebut mampu membantu memodulasi sistem kekebalan tubuh.
"Meniran dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh ketika daya tahan sedang menurun," jelasnya.
Untuk pemanfaatannya, sekitar 30 gram tanaman segar direbus menggunakan dua gelas air hingga tersisa setengahnya. Air rebusan tersebut dapat diminum dua kali sehari.
Namun, ia mengingatkan bahwa meniran tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil muda karena berisiko menimbulkan efek abortif atau keguguran.
Pegagan Dimanfaatkan untuk Saraf dan Daya Ingat
Tanaman kedua adalah pegagan atau antanan (Centella asiatica). Tanaman ini banyak tumbuh di ladang, perkebunan, pematang sawah, hingga pekarangan.
Menurut dr. Mutoharoh, pegagan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di India maupun China.
Selain dimanfaatkan sebagai tanaman obat, pegagan juga sering dijadikan bahan pangan fungsional.
Ia menjelaskan bahwa pegagan dipercaya memiliki manfaat untuk membantu menjaga kesehatan saraf, mendukung fungsi kognitif, membantu mengatasi insomnia, serta meningkatkan kecerdasan anak.
"Pegagan termasuk herbal adaptogen yang membantu tubuh beradaptasi terhadap stres," katanya.
Cara Mengonsumsi Pegagan
Pegagan dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk.
Di beberapa daerah, seperti Aceh, tanaman ini dimanfaatkan sebagai lalapan maupun sayuran.
Selain itu, pegagan juga dapat diolah menjadi teh herbal.
Caranya, sekitar tujuh gram pegagan direbus menggunakan dua gelas air hingga tersisa setengahnya selama kurang lebih 15 menit dengan api kecil.
Ramuan tersebut dapat diminum dua kali sehari selama dua minggu.
Setelah itu, penggunaannya disarankan dihentikan sementara selama dua minggu sebelum dikonsumsi kembali.
Dr. Mutoharoh juga mengingatkan bahwa pegagan tidak dianjurkan bagi penderita penyakit jantung yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah karena dikhawatirkan meningkatkan risiko perdarahan.
Alang-alang Bermanfaat sebagai Diuretik
Tanaman berikutnya adalah alang-alang.
Meski sering dianggap gulma di lahan pertanian, alang-alang ternyata disebut mengandung tanin dan flavonoid.
Menurut dr. Mutoharoh, kandungan tanin memiliki sifat antibakteri.
Sementara itu, alang-alang juga dipercaya memiliki efek diuretik atau membantu memperlancar saluran kemih.
Ia menjelaskan tanaman ini secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu mengontrol tekanan darah, mencegah pembentukan batu ginjal, serta membantu mengurangi risiko terbentuknya asam urat.
Untuk mengolahnya, sekitar 30 hingga 60 gram alang-alang direbus menggunakan empat gelas air hingga tersisa setengahnya.
Air rebusan kemudian dapat diminum dua hingga tiga gelas dalam sehari.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Unik di Kota Batu yang Wajib Dikunjungi, dari Alun-Alun hingga Museum Angkut
Krokot Kaya Antioksidan dan Omega-3
Tanaman liar lain yang dijelaskan adalah krokot.
Tanaman ini mudah ditemukan di halaman rumah, tepi jalan, maupun area perkebunan.
Menurut dr. Mutoharoh, krokot mengandung berbagai antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E.
Selain itu, tanaman ini juga mengandung melatonin yang disebut dapat membantu mengatasi gangguan tidur.
Tidak hanya itu, krokot juga mengandung omega-3 yang dipercaya baik untuk kesehatan jantung.
"Krokot dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL sekaligus meningkatkan kolesterol baik," ujarnya.
Untuk mengonsumsinya, krokot dapat dimakan langsung sebagai lalapan ataupun dimasukkan ke dalam sup sebagai bahan makanan.
Umbi Rumput Teki Dimanfaatkan sebagai Herbal Tradisional
Tanaman terakhir yang dibahas adalah rumput teki.
Tanaman ini banyak tumbuh di sawah, pekarangan, maupun lahan terbuka.
Menurut dr. Mutoharoh, bagian yang dimanfaatkan bukan daunnya, melainkan umbinya.
Umbi rumput teki disebut mengandung tanin yang memiliki sifat antimikroba sekaligus antiinflamasi.
Secara tradisional, tanaman ini digunakan untuk membantu mengatasi nyeri gigi, nyeri saat menstruasi, hingga gatal-gatal pada kulit.
Cara pengolahannya dilakukan dengan mengambil umbi rumput teki, kemudian dicuci hingga bersih.
Umbi tersebut lalu diblender, diperas airnya, kemudian direbus hingga mendidih sebelum dikonsumsi dua kali sehari.
Penggunaan Herbal Tetap Harus Bijak
Di akhir penjelasannya, dr. Mutoharoh mengingatkan bahwa pemanfaatan tanaman liar sebagai obat tradisional tetap harus dilakukan secara wajar.
Menurutnya, bahan herbal bukan berarti dapat dikonsumsi tanpa batas.
Penggunaan tanaman obat sebaiknya disesuaikan dengan dosis yang dianjurkan serta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Ia juga menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga medis, terutama bagi seseorang yang memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan rutin.
Dengan penggunaan yang tepat, sejumlah tanaman liar yang selama ini dianggap gulma dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan herbal tradisional untuk mendukung kesehatan.
Baca Juga: 15 Tempat Wisata Banyuwangi Paling Populer yang Wajib Dikunjungi, dari Kawah Ijen hingga Pulau Merah
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest