TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Penyebab Jerawat Susah Hilang sering kali menjadi keluhan utama bagi banyak orang yang mendambakan kulit wajah bersih dan sehat. Masalah kulit yang memiliki istilah medis acne vulgaris ini pada dasarnya merupakan suatu penyakit peradangan yang terjadi pada jaringan kelenjar pilosebasea.
Pemahaman mendalam mengenai Penyebab Jerawat Susah Hilang sangat penting agar penanganan medis dapat dilakukan secara tepat sasaran. Kondisi peradangan ini umumnya ditandai dengan munculnya komedo, papul atau kemerahan, kista, hingga pustul atau benjolan yang berisi nanah keputihan.
Selain tumbuh di area wajah, Penyebab Jerawat Susah Hilang ini juga sering memicu kemunculan ruam di bagian tubuh lain seperti bahu, lengan atas, dada, hingga punggung. Penjelasan medis komprehensif ini dipaparkan secara gamblang oleh dokter spesialis kulit untuk memberikan solusi bagi para penderita jerawat kronis.
Berbagai Faktor Pemicu Timbulnya Peradangan Kulit
Kemunculan jerawat yang membandel dipicu oleh gabungan berbagai faktor internal maupun eksternal tubuh. Faktor genetik, kondisi lingkungan, ketidakseimbangan hormonal, hingga gaya hidup buruk seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, dan stres menjadi pemicu utamanya.
Di samping itu, faktor mekanis di permukaan kulit juga memegang peranan besar terhadap munculnya ruam peradangan. Penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori di atas kelenjar pilosebasea akan terperangkap bersama produksi minyak atau sebum yang berlebihan.
Kondisi pori-pori yang tersumbat tersebut menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Aktivitas kuman dan bakteri ini memicu proses peradangan berantai yang pada akhirnya membentuk benjolan jerawat di permukaan kulit.
Langkah Diagnosa Medis dan Pengobatan yang Tepat
Sebelum melakukan perawatan, dokter menegaskan pentingnya memastikan apakah ruam kulit tersebut benar-benar jerawat atau kelainan lain. Sebab, terdapat beberapa penyakit kulit yang menyerupai jerawat seperti rosacea, dermatitis perioral, hingga manifestasi gangguan hormonal Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).
Jika telah terdiagnosis pasti sebagai jerawat, langkah awal pengobatannya adalah mencuci wajah secara rutin menggunakan sabun yang minim busa serta bebas wewangian (less fragrance). Penggunaan pembersih wajah berjenis scrub juga wajib dihindari agar tidak memperparah iritasi.
Untuk mengatasinya, penggunaan obat-obatan yang mengandung bahan aktif seperti salicylic acid, retinoid, benzoyl peroxide, hingga sulfur sangat direkomendasikan. Namun, apabila kondisi peradangan kulit semakin parah, penderita disarankan segera berkonsultasi langsung ke dokter spesialis.
Baca Juga: Cara Cek Desil Bansos Pakai NIK KTP di HP, Cuma Butuh Beberapa Langkah Langsung Muncul Hasilnya!
Makanan Pemicu dan Panduan Pencegahan Jerawat
Pencegahan jerawat agar tidak kambuh kembali dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, terutama membatasi makanan pemicu. Penelitian menunjukkan makanan tinggi indeks glikemik seperti nasi putih, roti, kentang, serta minuman manis bersoda dan kopi susu dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat sehingga memicu jerawat.
Selain itu, olahan produk susu (dairy products) seperti keju, yoghurt, dan es krim, serta susu tinggi protein untuk bodybuilding juga dapat menjadi pemicu peradangan kulit. Oleh karena itu, konsumsi jenis makanan dan minuman tersebut harus dibatasi secara ketat.
Langkah pencegahan ekstra yang tak kalah penting adalah tidak memencet jerawat sendiri agar tidak menimbulkan bekas luka atau bopeng (scar). Masyarakat juga dianjurkan menghindari penggunaan riasan wajah berlebih, memilih produk berlabel non-comedogenic, serta tidak terlalu sering memegang area wajah dengan tangan kotor.
Sumber : You Tube