JAKARTA – Rumput teki sering dianggap sebagai gulma yang mengganggu karena tumbuh liar di pekarangan rumah, area persawahan, hingga lahan terbuka. Tanaman ini biasanya dibersihkan karena dianggap tidak memiliki nilai manfaat.
Namun, dalam pengobatan tradisional, rumput teki ternyata telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman herbal. Bagian yang paling sering digunakan adalah umbinya yang berada di dalam tanah.
Menurut penjelasan yang disampaikan dalam sebuah tayangan edukasi kesehatan herbal, umbi rumput teki mengandung senyawa tanin yang dipercaya memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi atau anti peradangan.
Baca Juga: HP Oppo AMOLED 120Hz Murah, Harga Mulai Rp4 Jutaan dengan Baterai Jumbo
Karena kandungan tersebut, rumput teki secara tradisional kerap digunakan untuk membantu mengatasi beberapa keluhan kesehatan ringan. Di antaranya nyeri gigi, nyeri saat menstruasi, serta gatal-gatal pada kulit.
Cara Pengolahan Tradisional
Dalam praktik pengobatan tradisional, umbi rumput teki biasanya diambil kemudian dicuci hingga bersih. Setelah itu umbi dihaluskan menggunakan blender atau ditumbuk hingga lembut.
Hasilnya kemudian diperas untuk diambil sarinya sebelum direbus hingga mendidih. Ramuan tersebut selanjutnya dikonsumsi sesuai kebutuhan dalam penggunaan tradisional.
Baca Juga: HP Oppo AMOLED 120Hz Murah, 7 Pilihan Ini Punya Baterai hingga 7.000 mAh
Meski demikian, penggunaan tanaman herbal seperti rumput teki tetap perlu dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan.
Tetap Perlu Pengawasan Tenaga Medis
Penggunaan tanaman herbal sebagai pendamping kesehatan sebaiknya dilakukan dengan bijak. Konsumsi herbal tidak dapat menggantikan diagnosis maupun pengobatan medis yang telah direkomendasikan tenaga kesehatan.
Dalam tayangan tersebut juga ditekankan bahwa pemanfaatan tanaman liar untuk pengobatan perlu disertai konsumsi yang wajar serta pengawasan tenaga medis guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Baca Juga: HP Oppo 5G Murah Rp2 Jutaan hingga Rp6 Jutaan, 7 Model Ini Jadi Pilihan
Keberadaan rumput teki menunjukkan bahwa tanaman yang sering dianggap gulma ternyata menyimpan potensi manfaat yang telah dikenal dalam pengobatan tradisional sejak lama.
source:youtube/@Kata Dokter
Editor : Dinda Atha Putri Maharani