25 Tanaman Liar yang Bisa Dimakan dan Berkhasiat untuk Kesehatan, Banyak Tumbuh di Sekitar Rumah

Dinda Atha Putri Maharani • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 21:06 WIB
25 tanaman liar yang bisa dimakan dan berkhasiat untuk kesehatan. Mulai dari kelor, pegagan, genjer, katuk, kenikir hingga rumput teki yang banyak tumbuh di sekitar rumah.
25 tanaman liar yang bisa dimakan dan berkhasiat untuk kesehatan. Mulai dari kelor, pegagan, genjer, katuk, kenikir hingga rumput teki yang banyak tumbuh di sekitar rumah.

JAKARTA -Banyak orang menganggap tanaman liar sebagai gulma yang mengganggu. Padahal, sejumlah tanaman yang tumbuh di pekarangan, tepi sawah, kebun, hingga pinggir jalan ternyata bisa dimakan dan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Sejak dahulu, masyarakat Indonesia telah memanfaatkan berbagai tanaman liar sebagai sayuran, lalapan, hingga bahan pengobatan tradisional. Tanaman-tanaman ini tumbuh tanpa perawatan khusus, tetapi tetap mampu memberikan manfaat bagi manusia.

Berikut beberapa tanaman liar yang bisa dimakan dan dikenal memiliki khasiat bagi kesehatan.

Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Kunci Permainan Cepat Hyundai Hill State, Ini Perannya

1. Pepaya Liar

Pepaya liar sering ditemukan di kebun yang tidak terawat atau di pinggir sungai. Daunnya memiliki rasa lebih pahit dibanding pepaya budidaya. Meski demikian, daun pepaya liar mengandung enzim papain yang dipercaya membantu pencernaan. Daunnya biasanya direbus lalu dijadikan lalapan atau ditumis.

2. Daun Katuk

Katuk dikenal sebagai sayuran yang kaya nutrisi. Daunnya mengandung protein nabati, vitamin C, dan zat besi. Selain dimasak sebagai sayur bening, daun katuk juga kerap ditumis sebagai menu sehari-hari.

3. Kenikir

Kenikir merupakan lalapan khas Indonesia yang banyak ditemukan di pekarangan dan lahan terbuka. Tanaman ini memiliki aroma khas dan mengandung antioksidan. Daunnya sering disajikan sebagai lalapan pendamping sambal.

Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Kunci Permainan Cepat Hyundai Hill State, Ini Perannya

4. Jotang

Jotang atau sembung rambat tumbuh di tanah lembap dan sering dimanfaatkan sebagai sayuran. Daunnya dapat diolah menjadi sayur bening maupun tumisan sederhana.

5. Beluntas

Beluntas memiliki aroma yang kuat dan sering dijadikan lalapan. Tanaman ini dikenal mengandung berbagai nutrisi seperti kalsium dan fosfor yang menjadikannya salah satu tanaman yang cukup populer dalam pengobatan tradisional.

6. Kelor

Kelor menjadi salah satu tanaman yang semakin populer karena kandungan gizinya yang tinggi. Daunnya kaya vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, dan protein nabati. Daun kelor umumnya dimasak menjadi sayur bening atau diolah menjadi bubuk herbal.

Baca Juga: Jamur Barat Muncul Saat Musim Hujan, Ini Alasan Sulit Dibudidayakan

7. Pegagan

Pegagan mudah ditemukan di area lembap seperti kebun dan pematang sawah. Daunnya dapat dimakan mentah, dijadikan lalapan, atau diseduh sebagai minuman herbal.

8. Bayam Duri

Meski memiliki duri pada batangnya, bayam duri dapat dimanfaatkan sebagai sayuran. Daunnya sering dimasak menjadi sayur bening maupun tumisan.

9. Genjer

Genjer tumbuh di rawa dan sawah berlumpur. Tanaman ini dikenal sebagai bahan masakan tradisional yang memiliki rasa khas. Genjer biasanya ditumis atau diolah menjadi campuran berbagai hidangan.

Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Senjata Baru Hyundai Hill State Usai Ditinggal Lee Da-hyeon

10. Sambung Nyawa

Sambung nyawa memiliki daun berwarna hijau muda yang dapat dimakan mentah maupun direbus. Tanaman ini cukup populer dalam pengobatan tradisional masyarakat.

11. Kersen

Pohon kersen mudah ditemukan di pekarangan maupun pinggir jalan. Buahnya yang matang berwarna merah dan memiliki rasa manis sehingga bisa langsung dikonsumsi.

12. Ciplukan

Dulu dianggap gulma, kini ciplukan semakin dikenal karena buahnya yang manis sedikit asam. Buah matang berwarna kuning keemasan dan dapat dimakan langsung.

Baca Juga: Pantai Gading Kuning Tanjung Bumi, Wisata Baru dengan Jogging Track Mangrove

13. Kangkung Air

Kangkung air tumbuh subur di sungai, rawa, dan saluran irigasi. Batang serta daunnya menjadi salah satu sayuran favorit masyarakat Indonesia.

14. Turi

Bunga turi banyak dimanfaatkan sebagai bahan urap, pecel, dan sayur bening. Daun mudanya juga dapat dimasak sebagai sayuran.

15. Sirih Cina

Sirih Cina tumbuh di tempat yang lembap. Daun dan batang mudanya dapat dimanfaatkan sebagai lalapan maupun bahan sayuran.

Baca Juga: Megawati Hangestri Bukan Lagi Sekadar Pemain Asing, Kini Dipanggil Kakak Mega

16. Pakis

Pucuk pakis muda yang masih menggulung sering dijadikan bahan masakan. Teksturnya renyah dan cocok ditumis atau direbus.

17. Semanggi

Semanggi dikenal sebagai bahan utama pecel semanggi yang populer di Jawa Timur. Tanaman ini banyak tumbuh di area persawahan yang lembap.

18. Petai Cina atau Lamtoro

Biji mudanya sering dijadikan lalapan maupun campuran sambal. Rasanya khas dan menjadi favorit di berbagai daerah.

Baca Juga: Wisata Sumenep, dari Keraton hingga Gili Labak yang Bikin Liburan Makin Berkesan

19. Talas

Selain umbinya, tangkai daun talas juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan setelah diolah dengan benar.

20. Bayam Raja

Bayam raja memiliki daun besar dan tumbuh cepat. Pucuk serta daun mudanya dapat dimasak seperti bayam pada umumnya.

21. Sawi Langit

Tanaman ini sering tumbuh liar di lahan terbuka. Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai sayuran dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional.

Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Kakak Mega, Kedekatan dengan Pemain Muda Hill State Makin Terlihat

22. Kecombrang

Kecombrang terkenal karena aroma khasnya. Bunga, batang muda, dan buah mudanya sering digunakan sebagai bahan sambal maupun masakan.

23. Belimbing Wuluh

Buah belimbing wuluh memiliki rasa asam yang kuat dan sering digunakan sebagai bumbu masakan atau bahan sambal.

24. Mengkudu

Meski aromanya cukup tajam, mengkudu telah lama dimanfaatkan sebagai bahan minuman maupun sayuran tradisional.

25. Rumput Teki

Rumput teki sering dianggap gulma. Namun umbinya telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan menjadi salah satu tanaman liar yang banyak dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga: Megawati Hangestri Dipanggil Kakak Mega, Tanda Makin Dekat dengan Pemain Muda Hill State

Tanaman Liar yang Sering Dimanfaatkan Sebagai Obat Tradisional

Selain dijadikan makanan, beberapa tanaman liar seperti meniran, pegagan, alang-alang, krokot, putri malu, dan rumput teki juga dikenal dalam pengobatan tradisional. Masyarakat memanfaatkan bagian daun, batang, akar, maupun umbinya untuk berbagai keperluan kesehatan.

Meski memiliki potensi manfaat, penggunaan tanaman herbal tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan pengobatan medis yang diperlukan. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap dianjurkan sebelum mengonsumsi tanaman herbal secara rutin.

Keberadaan tanaman liar di sekitar kita menunjukkan bahwa alam menyimpan banyak sumber pangan dan manfaat yang sering kali terabaikan. Dengan mengenali jenis-jenis tanaman tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan kekayaan hayati lokal secara lebih bijaksana sekaligus melestarikannya.

 

source:youtube/@Kompas.com

Editor : Dinda Atha Putri Maharani
tanaman liar yang bisa dimakan kelor tanaman obat tradisional tanaman herbal tanaman liar