145 Pasien Masuk Daftar Tunggu Mesin HD RSUD Jadi 31 Unit Diikuti Penguatan Layanan

Zaki Jazai • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:27 WIB
TERUS UPDATE: Pengembangan gedung layanan dialisis di RSUD dr Soedomo ditambah mesin HD menjadi 31 alat.
TERUS UPDATE: Pengembangan gedung layanan dialisis di RSUD dr Soedomo ditambah mesin HD menjadi 31 alat.(Jaki jazai/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Penambahan kapasitas pelayanan hemodialisis (HD) di RSUD dr Soedomo Trenggalek jangan sekadar menambah jumlah pasien yang bisa dilayani. Pasalnya, pengembangan gedung layanan dialisis baru juga harus dibarengi peningkatan kapasitas pelayanan agar akses masyarakat semakin luas, waktu tunggu berkurang, serta keselamatan dan kenyamanan pasien lebih terjamin.

Pengembangan gedung layanan dialisis tersebut resmi diresmikan, Senin (5/10). Dalam pengembangan ini, jumlah mesin HD meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sebelumnya 14 alat menjadi 31 alat.

Tak ayal penambahan fasilitas tersebut menjadi langkah untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan cuci darah. Apalagi, saat ini RSUD dr Soedomo tercatat melayani 78 pasien HD reguler aktif.

Baca Juga: 25 Tanaman Liar yang Bisa Dimakan dan Berkhasiat untuk Kesehatan, Banyak Tumbuh di Sekitar Rumah

“Dengan tambahan alat HD baru, pelayanan harus lebih meningkatkan. Sebab, berdasarkan data yang kami dapat, masih terdapat 145 pasien yang masuk daftar tunggu dan tersebar di berbagai rumah sakit,“ ungkap Penjabat (Pj) Sekda Trenggalek St. Triadi Atmono.

Pengembangan layanan dialisis merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Hal tersebut merupakan bentuk komitmen meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Saat ini, pelayanan dialisis melayani 78 pasien HD reguler aktif, sedangkan 145 pasien dalam daftar tunggu. “Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan ini masih tinggi," ucap Triadi.

Baca Juga: Rumput Minjangan yang Sering Dianggap Gulma Ternyata Memiliki Beragam Potensi Manfaat

Menurut dia, bertambahnya kapasitas layanan harus benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat. Terutama bagi pasien yang selama ini masih harus mendapatkan layanan HD di luar Kabupaten Trenggalek karena keterbatasan kapasitas.

"Saya berharap penambahan kapasitas pelayanan dapat memperluas akses masyarakat, mengurangi waktu tunggu, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pasien," tegasnya.

Dengan kapasitas alat yang lebih banyak, pasien dalam daftar tunggu diharapkan secara bertahap dapat terlayani di RSUD dr Soedomo. Hal tersebut sekaligus dapat membantu pasien menekan biaya yang harus dikeluarkan apabila harus menjalani cuci darah di rumah sakit luar daerah.

Triadi menambahkan, pelayanan HD idealnya tidak hanya berorientasi pada tindakan medis semata. Keselamatan, kenyamanan, hingga peluang pemulihan kondisi pasien juga menjadi bagian penting dari pelayanan.

Hal tersebut tercermin dari adanya 11 pasien yang dinyatakan berhenti dari terapi HD setelah fungsi ginjalnya mengalami perbaikan.

Dengan pengembangan gedung dan penambahan mesin HD tersebut, RSUD dr Soedomo kini memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Tantangannya adalah memastikan tambahan fasilitas tersebut diikuti penguatan layanan sehingga daftar tunggu dapat ditekan dan kebutuhan pasien cuci darah di Trenggalek semakin banyak terakomodasi.

Pada akhirnya, peningkatan kapasitas layanan bukan hanya soal bertambahnya jumlah mesin. Yang lebih penting, fasilitas tersebut mampu memperluas akses, mempercepat pelayanan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien yang menjalani terapi secara rutin.

"Saya mengapresiasi ini karena ini menunjukkan pelayanan tidak semata-mata berorientasi pada tindakan saja, akan tetapi pada pemulihan, keselamatan, dan peningkatan kualitas hidup pasien," pungkas pria yang juga Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek ini. (jaz/c1/din)

Editor : Muhammad Fadli Ardiansyah
Sumber : RADAR TRENGGALEK
St. Triadi Atmono HD rsud dr soedomo