Tamu dari Desa Lain Ikut Sakit Dinkes Belum Bisa Uji Sampel Makanan

Zaki Jazai • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:47 WIB
PENYELIDIKAN BERLANJUT:  Dinkes PPKB Trenggalek memantau 17 pasien yang mengalami gangguan kesehatan usai menghadiri hajatan aqiqah.(Zaki jazai/RADAR TRENGGALEK)
PENYELIDIKAN BERLANJUT: Dinkes PPKB Trenggalek memantau 17 pasien yang mengalami gangguan kesehatan usai menghadiri hajatan aqiqah.(Zaki jazai/RADAR TRENGGALEK)

POGALAN, Radar Trenggalek – Dugaan keracunan usai menghadiri hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, juga dialami warga dari desa lain. Sedikitnya 17 warga telah mendatangi fasilitas kesehatan dengan keluhan yang hampir serupa setelah menghadiri hajatan pada Selasa (6/10) malam. Ini seperti yang disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek,  drg Andiek Muarifin.

Menurut dia, gejala gangguan kesehatan yang terjadi hampir sama, yaitu mulai dirasakan warga pada Rabu (7/10) sore hingga malam. Keluhan yang muncul di antaranya diare, nyeri perut, muntah, hingga demam.

Sejumlah pasien harus menjalani rawat inap, sementara lainnya mendapatkan penanganan secara rawat jalan. “Sementara yang menjalani perawatan masih itu (17 pasien, Red) sebab data itu masih kami perbarui, “ Katanya.

Baca Juga: 145 Pasien Masuk Daftar Tunggu Mesin HD RSUD Jadi 31 Unit Diikuti Penguatan Layanan

Itu dilakukan lantaran tamu hajatan tidak hanya berasal dari Desa Kedunglurah, tetapi juga dari wilayah desa lainnya. Karena itu, dinkes PPKB masih melakukan pemantauan terhadap laporan fasilitas kesehatan di sekitar lokasi.

“Keluhan awal ada yang diare, nyeri perut, muntah, dan demam. Namun, sebagian sudah sembuh dan sebagian mulai membaik kondisinya,” ujar Andiek.

Dari data sementara, Puskesmas Pule menangani 10 pasien. Tiga di antaranya menjalani rawat inap dan tujuh lainnya rawat jalan. Kemudian, Puskesmas Suruh menangani empat pasien, dengan tiga pasien rawat inap dan satu pasien rawat jalan.

Dua pasien lainnya sebelumnya mendapatkan pengobatan di klinik kesehatan di wilayah Desa Bendorejo.  Perkembangan terbaru dari Puskesmas Pogalan mencatat satu pasien menjalani rawat inap dengan keluhan diare, meski kondisinya telah membaik.

Baca Juga: 25 Tanaman Liar yang Bisa Dimakan dan Berkhasiat untuk Kesehatan, Banyak Tumbuh di Sekitar Rumah

Dengan munculnya keluhan pada sejumlah warga setelah menghadiri hajatan yang sama, dugaan keracunan makanan pun menjadi perhatian. Namun, dinkes PPKB belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut karena belum memiliki hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

Kendala muncul ketika petugas melakukan penelusuran dan hendak mengambil sampel makanan yang disajikan dalam hajatan. Sisa hidangan seperti sate kambing, gulai, es degan, minuman konyaku, serta bolu pisang sudah tidak tersedia karena telah dikonsumsi para tamu.

Petugas hanya menemukan sisa makanan yang tertinggal di lokasi dalam kondisi basi dan berjamur. Kondisi tersebut membuat sampel tidak memenuhi persyaratan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. “Untuk sampel makanan tidak ada yang memenuhi syarat dilakukan pemeriksaan laboratorium,” tegas Andiek.

Karena itu, dinkes PPKB masih melakukan penyelidikan dengan memantau perkembangan pasien serta menelusuri kemungkinan keterkaitan antara keluhan yang dialami dengan hajatan tersebut. Kesamaan gejala dan waktu munculnya keluhan menjadi bagian dari informasi yang terus dikumpulkan petugas, tetapi belum cukup untuk memastikan sumber penyebabnya.

Dinkes PPKB juga masih menunggu laporan lanjutan dari Puskesmas Pogalan maupun fasilitas kesehatan lain di sekitar wilayah tersebut. Jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan masih memungkinkan bertambah mengingat tamu hajatan berasal dari lebih dari satu desa.

Masyarakat yang menghadiri hajatan tersebut dan mengalami diare, muntah, nyeri perut, demam, atau keluhan lain diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. “Langkah ini diperlukan agar pasien memperoleh penanganan sekaligus membantu petugas memantau perkembangan kejadian,“ jelas dokter gigi ini. (jaz/c1/din)

Editor : Muhammad Fadli Ardiansyah
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Andiek Muarifin Bendorejo pule