Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Asal Usul Madumongso dengan Cita Rasa Manis Asam

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 28 Maret 2025 | 19:36 WIB
Potret Jajanan Tradisional Madumongso
Potret Jajanan Tradisional Madumongso

Trenggalekjenggelek - Madumongso adalah makanan ringan khas Ponorogo, Jawa Timur, yang terbuat dari ketan hitam. 

Camilan tradisional ini memiliki cita rasa khas perpaduan manis dan asam, karena ketan hitam yang digunakan telah melalui proses fermentasi menjadi tapai sebelum diolah lebih lanjut. 

Setelah difermentasi, tapai ketan hitam dimasak dengan gula, santan, dan tambahan buah nanas hingga menghasilkan tekstur mirip dodol atau jenang.

 Baca Juga: Produksi Madumongso Meningkat Meski Omzet Tak Sebanding

Umumnya, madumongso dibungkus dalam kertas minyak berwarna-warni yang membuat tampilannya semakin menarik.  

Sejarah madumongso diyakini berawal dari kebiasaan para jemaah haji asal Ponorogo yang merindukan rasa kurma setelah kembali ke tanah air. 

Mereka pun menciptakan jajanan dengan cita rasa manis yang menyerupai kurma, tetapi menggunakan bahan lokal, yaitu ketan hitam yang difermentasi.  

Nama madumongso sendiri berasal dari bahasa Jawa, yakni "madu" yang berarti cairan manis dan "mongso" yang berarti dimakan. 

Secara harfiah, madumongso dapat diartikan sebagai makanan dengan rasa manis yang siap dikonsumsi.  

Konon, madumongso sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno dan sering disajikan dalam acara ritual kerajaan maupun sebagai jamuan bagi tamu-tamu istimewa. 

Pada masa itu, ketan hitam masih tergolong bahan pangan mewah dan sulit diperoleh, sehingga madumongso menjadi sajian eksklusif bagi kalangan bangsawan.

 Baca Juga: Tren Kuliner Gen Z, Makanan Sehat dan Unik yang Lagi Hits

Seiring waktu, madumongso mulai dikenal lebih luas di kalangan masyarakat umum. 

Salah satu faktor yang mendorong popularitasnya adalah masa simpan tape ketan hitam yang terbatas, sehingga masyarakat mencari cara untuk mengolahnya kembali agar bisa dinikmati lebih lama. 

Hingga kini, madumongso tetap menjadi bagian dari tradisi kuliner Ponorogo, terutama saat perayaan atau acara adat. (kho)

Hidangan Lebaran yang umumnya banyak lemak harus diimbangi dengan sayuran dan buah-buahannya.
Hidangan Lebaran yang umumnya banyak lemak harus diimbangi dengan sayuran dan buah-buahannya.
Konsumsi air putih 6 sampai 8 gelas sehari akan mencukupi kebutuhan tubuh.
Konsumsi air putih 6 sampai 8 gelas sehari akan mencukupi kebutuhan tubuh.
Buah-buahan sumber vitamin yang sangat baik untuk kesehatan.
Buah-buahan sumber vitamin yang sangat baik untuk kesehatan.
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#jajanan tradisional #madumongso #ponorogo