Trenggalekjenggelek – Menjelang arus mudik Lebaran, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Trenggalek melakukan pemetaan terhadap sejumlah ruas jalan yang rawan kecelakaan.
Pengendara, khususnya pemudik, diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur-jalur yang memiliki frekuensi kecelakaan tinggi.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, mengungkapkan bahwa hasil analisis menunjukkan ruas jalan nasional di Kecamatan Durenan sebagai titik black spot dengan tingkat kecelakaan tertinggi dibandingkan jalur lainnya.
Jalan ini merupakan penghubung utama antara Trenggalek dan Tulungagung.
"Frekuensi kecelakaan di jalur tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan ruas jalan lain," ujar AKP Agus, Jumat (28/3).
Menurutnya, kondisi jalan yang lurus menjadi salah satu faktor pemicu kecelakaan karena banyak pengendara memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Selain itu, kerusakan jalan berupa lubang di beberapa titik semakin memperbesar risiko kecelakaan meskipun telah dilakukan perbaikan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN).
Selain Durenan, jalur Bandung-Prigi juga masuk dalam daftar rawan kecelakaan, terutama di persimpangan menuju jalur alternatif dan jalur utama.
AKP Agus mengimbau pemudik untuk menghindari jalur alternatif di kawasan Sumber karena karakteristiknya yang ekstrem.
"Jalur ini cukup berisiko, terutama bagi kendaraan matik. Sudah ada beberapa kejadian rem blong di sana. Kami sudah memasang rambu di simpang tiga Gemaharjo agar pengendara memilih jalur utama yang lebih aman," imbuhnya.
Selain risiko kecelakaan, beberapa ruas jalan di Trenggalek juga berpotensi mengalami bencana alam saat cuaca ekstrem.
Jalur Durenan-Trenggalek, Trenggalek-Ponorogo, Trenggalek-Panggul, dan Bandung-Prigi rawan pohon tumbang.
Sementara itu, tanah longsor berpotensi terjadi di jalur Trenggalek-Ponorogo dan Trenggalek-Panggul yang memiliki tebing curam.
"Banjir juga bisa terjadi di beberapa titik, seperti di Kelurahan Kelutan, Kelurahan Tamanan, Desa Dermosari, serta wilayah Panggul," pungkasnya. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri