Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tradisi Galak Gampil Berburu Uang Saku Lebaran di Jawa Timur

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 31 Maret 2025 | 16:35 WIB
Ilustrasi halal bihalal saat lebaran.
Ilustrasi halal bihalal saat lebaran.

Trenggaleknjenggelek – Hari Raya Idul Fitri selalu dihiasi dengan beragam tradisi khas di setiap daerah.

Salah satunya adalah kebiasaan makan ketupat setelah salat Idul Fitri yang sudah menjadi bagian dari perayaan Lebaran di banyak wilayah.

Namun, di Jawa Timur, ada tradisi unik yang sangat dinantikan oleh anak-anak, yaitu Galak Gampil.

Tradisi yang sudah dikenal sejak tahun 1970-an ini lazim dilakukan di daerah Malang dan Surabaya.

Galak Gampil merupakan kebiasaan memberi uang saku kepada anak-anak setelah prosesi saling bermaafan dengan keluarga dan tetangga.

Istilah ini berasal dari dua kata, galak, yang berarti menggalakkan atau menyerukan, dan gampil, yang berarti mudah.

Filosofinya adalah menggalakkan kebiasaan meminta maaf dan memaafkan dengan penuh keikhlasan.

Biasanya, tradisi ini dilakukan oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun.

Namun, tidak jarang remaja SMP pun masih ikut berburu uang saku lebaran.

Setelah mengenakan pakaian baru, anak-anak akan berkelilingke rumah-rumah tetangga untuk bersilaturahmi.

Setelah bersalaman dan bermaafan, sang tuan rumah akan memberikan uang saku sebelum anak-anak berpamitan.

Meskipun tradisi serupa juga ditemukan di berbagai daerah dengan nama berbeda, seperti Fitrah di Jawa Tengah, esensi dari kebiasaan ini tetap sama: mempererat tali silaturahmi sekaligus membawa kebahagiaan bagi anak-anak di hari kemenangan. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Galak Gampil #idul fitri #lebaran