Trenggalekjenggelek – Sejak mulai menggambar desain pada tahun 2019, perjalanan bisnis hijab khas Trenggalek semakin berkembang dan akhirnya resmi diluncurkan pada tahun 2022. Dengan proses produksi berbasis cetak (printing), setiap hijab dirancang secara khusus, dimulai dari konsep dasar atau jiwa desain, sebelum akhirnya dicetak dengan motif yang unik.
Pemilik hijab batik yang berada di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Fitriana Wahyu Mutaharoh mengungkapkan awalnya, desain hijab ini berfokus pada motif batik. Namun, seiring waktu, kreator mulai mengeksplorasi lebih jauh dengan menampilkan motif khas Trenggalek, seperti Pantai Mutiara, Hutan Kota, dan Mangrove. "Alasan saya menggunakan motif daer, karena untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan budaya daerah, khususnya di Trenggalek melalui fashion," ujarnya.
Fitri, sapaan akrabnya mengatakan, meski memiliki pangsa pasar yang khusus, hijab khas Trenggalek telah menarik minat banyak pelanggan, terutama dari masyarakat Trenggalek sendiri. Beberapa pelanggan dari luar daerah, seperti Malang, Kalimantan, Sumatra, dan Jawa Tengah, juga mulai tertarik dengan produk ini. Karena sifatnya yang spesifik, omzet bisnis ini masih bervariasi dan belum menjadi fokus utama. Namun, popularitasnya terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pelanggan.
"Alhamdulillah pernah mendapatkan rezeki seorang pelanggan dari Malang membeli hingga 47 hijab dengan motif dan warna yang berbeda-beda. Dari situ peminat hijab motif ini jadi banyak," terangnya.
Dirinya menuturkan, hijab khas Trenggalek semakin dikenal dan diminati oleh berbagai kalangan, termasuk guru, pejabat. Bahkan, sejumlah instansi dan komunitas telah menggunakan hijab ini sebagai seragam. Selain digunakan untuk keperluan pribadi dan seragam, hijab ini juga sering dicari sebagai souvenir. Banyak pelanggan yang menjadikannya sebagai hadiah untuk acara pernikahan, kenang-kenangan bagi dosen, serta cenderamata untuk tamu dari luar kota. "Banyak peminatnya mulai dari instansi maupun pribadi yang memiliki ketertarikan dalam hijab motif ini," tuturnya.
Dengan semakin luasnya jangkauan pasar dan meningkatnya minat masyarakat, Fitri berharap melalui hijab khas Trenggalek miliknya dapat berpotensi menjadi ikon fashion lokal yang semakin dikenal di tingkat nasional. "Saya terus mengenalkan motif-motif atau batik khas Trenggalek yang memiliki keunikan sendiri dengan model hijab," pungkasnya.