Trenggaleknjenggelek - Kisah Solo Leveling tampaknya masih jauh dari kata selesai.
Anime ini diperkirakan membutuhkan setidaknya empat musim untuk mengadaptasi seluruh cerita dari manhwa aslinya.
Mengutip laporan dari Screen Rant pada Selasa (2/4), hingga akhir musim kedua, Solo Leveling telah mengadaptasi 110 dari total 200 chapter, termasuk epilog.
Artinya, masih ada hampir 90 chapter tersisa yang harus diceritakan di musim-musim mendatang.
Dengan kecepatan adaptasi sekitar lima chapter per episode, dua musim tambahan dengan total 24 episode seharusnya cukup untuk menyelesaikan alur utama.
Namun, ada kemungkinan cerita bisa berkembang lebih panjang.
Musim kedua sendiri diketahui melewatkan beberapa adegan penting, seperti Recruitment Arc yang menggambarkan bagaimana posisi baru Jinwoo di mata publik.
Hal ini membuka kemungkinan adanya pengembangan cerita lebih dalam pada musim berikutnya.
Selain itu, beberapa elemen dari light novel juga belum diadaptasi, salah satunya detail lebih lengkap dari Japan Crisis Arc.
Materi ini bisa memperkuat karakterisasi Jinwoo serta memperdalam dunia yang dibangun dalam cerita.
Ada spekulasi bahwa Solo Leveling mungkin akan meniru strategi Demon Slayer dengan menambahkan adegan orisinal atau mengadaptasi bagian akhir cerita menjadi film anime.
Pendekatan ini bertujuan agar narasi tidak terasa tergesa-gesa, sesuatu yang sempat dikeluhkan oleh sebagian penggemar.
Salah satu kemungkinan menarik lainnya adalah adaptasi dari spin-off Solo Leveling: Ragnarok yang mengambil latar setelah epilog.
Kisah ini berfokus pada generasi penerus, mirip dengan konsep Boruto setelah Naruto tamat.
Saat ini, manhwa Ragnarok baru memiliki kurang dari 50 chapter, tetapi versi light novel-nya telah mencapai lebih dari 300 bab.
Bahkan, kisah ini lebih panjang dibandingkan web novel Solo Leveling yang hanya berjumlah 270 bab.
Dengan skala konflik yang lebih besar dan musuh yang semakin berbahaya, Ragnarok membuka peluang besar untuk keberlanjutan franchise ini dalam jangka panjang.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait adaptasi Ragnarok ke dalam anime.
Di tengah antusiasme penggemar, spekulasi mengenai jumlah musim Solo Leveling masih terus berkembang.
Media finansial Korea Selatan, The Bell, sempat menyebut bahwa produksi anime ini bisa berlanjut hingga musim keenam.
Namun, produser animasi Solo Leveling, Atsushi Kaneko, memberikan pernyataan yang masih samar.
Ia menyebut kelanjutan anime ini bergantung pada dukungan penonton.
Pernyataan tersebut bisa jadi merupakan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan Blu-ray dan manhwa, tetapi juga bisa menjadi indikasi adanya jeda produksi atau kemungkinan pergantian studio.
Yang jelas, Solo Leveling saat ini berada di puncak popularitasnya.
Kesuksesan globalnya ikut mendorong tren adaptasi webtoon menjadi anime yang semakin berkembang dari tahun ke tahun.
Bahkan, penulis asli Solo Leveling telah memberikan isyarat positif terkait kemungkinan musim ketiga.
Jika hal itu benar terjadi, kisah Jinwoo dipastikan akan terus berlanjut dengan skala dan ketegangan yang semakin besar.
A-1 Pictures sebagai studio produksi pun patut diapresiasi atas keberhasilannya mewujudkan adaptasi berkualitas tinggi.
Solo Leveling kini telah menjadi salah satu anime paling menonjol di kancah global, membuktikan bahwa webtoon Korea memiliki potensi besar untuk bersaing dalam industri anime Jepang. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri