Camilan manis khas Trenggalek, manco wijen, legit, renyah, dan bikin susah berhenti ngemil
Trenggaleknjenggelek - Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dikenal tak hanya karena keindahan alam dan budayanya, tapi juga karena kekayaan kulinernya, khususnya camilan-camilan tradisional yang legendaris. Di antara banyaknya jajanan khas, dua nama yang cukup populer adalah Manco dan Peli Kipu.
Meski sekilas terlihat mirip dan sama-sama berbahan dasar ketan, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok, baik dari segi rasa, bentuk, hingga proses pembuatannya. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan antara Manco dan Peli Kipu khas Trenggalek.
Manco adalah camilan tradisional yang terbuat dari beras ketan, yang digoreng dan kemudian dilapisi karamel atau gula merah cair. Sekilas mirip dengan rengginang manis, namun teksturnya lebih ringan dan permukaannya diselimuti lapisan gula yang mengeras.
Manco memiliki bentuk bulat pipih yang sedikit menggembung, dengan tekstur renyah di dalam dan lapisan gula yang keras di luar. Rasa manis legit berpadu dengan sedikit gurih dari ketan menjadikannya camilan yang nikmat.
Proses pembuatannya cukup unik, dimulai dari pengeringan ketan, kemudian digoreng, dan akhirnya dibaluri larutan gula merah hingga mengeras. Manco biasanya disajikan saat lebaran, hajatan, atau sebagai oleh-oleh khas dari Trenggalek.
2. Peli Kipu: Lembut, Kenyal, dan Mengenyangkan
Berbeda dari manco, Peli Kipu – atau yang juga dikenal sebagai Puli Kipu – adalah camilan dari beras ketan yang dikukus, bukan digoreng. Setelah dikukus, ketan dibentuk pipih lalu dilumuri dengan gula merah cair atau taburan kelapa parut, tergantung versi tradisionalnya.
Peli Kipu memiliki bentuk pipih dan padat, dengan tekstur yang lembut serta sedikit kenyal dan lengket. Rasa yang ditawarkan cenderung lebih alami, manis dari gula merah, dan kadang diberi sensasi gurih dari kelapa.
Karena tidak melalui proses penggorengan, Peli Kipu terasa lebih mengenyangkan dan cocok dinikmati sebagai camilan sehari-hari atau sajian dalam acara adat.
Meskipun sama-sama berbahan dasar beras ketan, perbedaan antara manco dan peli kipu cukup jelas terlihat. Manco hadir dengan tekstur renyah karena melalui proses penggorengan, dan memiliki cita rasa manis legit dari lapisan gula merah yang mengeras.
Bentuknya bulat pipih dan sedikit menggembung. Sementara itu, Peli Kipu dibuat melalui proses pengukusan, menghasilkan tekstur yang lembut dan kenyal, dengan rasa manis alami dan bentuk pipih padat.
Manco lebih sering disajikan dalam momen-momen spesial seperti hari raya dan oleh-oleh, sedangkan Peli Kipu lebih merakyat, biasa disantap dalam keseharian atau dalam tradisi adat tertentu. (mal)