Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Fenomena Penonton Film Indonesia : Horor Bikin Deg-degan, Drama Bikin Baper

Wanda Asmah Khoiriyah • Rabu, 9 April 2025 | 16:49 WIB

 

Dua genre film drama dan horror yang digemari masyarakat Indonesia
Dua genre film drama dan horror yang digemari masyarakat Indonesia

Trenggaleknjenggelek - Industri perfilman Indonesia kembali menunjukkan geliat yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat terhenti akibat pandemi, kini bioskop kembali dipadati oleh penonton yang haus akan hiburan visual. Dari sekian banyak genre yang ditawarkan, drama dan horor muncul sebagai dua genre yang paling digemari masyarakat Indonesia. Fenomena ini menarik untuk dikupas lebih dalam, terlebih karena sejalan dengan peningkatan jumlah penonton yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Genre drama selalu menjadi magnet tersendiri bagi penonton Indonesia. Berdasarkan survei GoodStats pada tahun 2023, drama menjadi genre yang paling diminati oleh penonton Indonesia, dengan persentase sebesar 17%. Cerita yang menyentuh hati, karakter yang realistis, dan konflik emosional yang dekat dengan keseharian masyarakat menjadi daya tarik utama genre ini. Film-film seperti Ngeri-Ngeri Sedap dan Before, Now & Then (Nana) adalah contoh keberhasilan genre drama yang berhasil meraih perhatian luas sekaligus penghargaan.

Di urutan kedua, genre horor mencatat 14% peminat, menjadikannya salah satu genre paling kuat secara komersial di Indonesia. Bahkan dari sisi produksi, horor mendominasi industri film Tanah Air sepanjang tahun 2023, mencakup lebih dari 40% film yang dirilis secara nasional. Film seperti KKN di Desa Penari, Pengabdi Setan 2: Communion, dan Sewu Dino tidak hanya sukses di box office, tapi juga menjadi perbincangan luas di media sosial. Cerita horor lokal yang sarat nuansa budaya dan mistik Indonesia terbukti memiliki daya tarik yang kuat dan konsisten.

Menurut data dari FilmIndonesia.or.id menunjukkan bahwa jumlah penonton film Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama pasca-pandemi. Tahun 2022 menjadi titik balik dengan total penonton film nasional yang mencapai lebih dari 54 juta penonton. Tren ini berlanjut ke tahun 2023, di mana beberapa film lokal mampu bersaing dengan film luar negeri dalam hal jumlah penonton. Mayoritas penonton film di Indonesia didominasi oleh kelompok usia muda, khususnya usia 18 hingga 35 tahun. Menurut riset JakPat Mobile Survey 2023, kelompok ini adalah pengguna aktif media sosial dan paling sering mengikuti tren film, baik lokal maupun internasional. Mereka juga memiliki daya beli dan mobilitas tinggi, sehingga lebih mudah untuk mengakses bioskop atau layanan streaming.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin antusias untuk menonton film di bioskop, dan kualitas produksi lokal pun semakin meningkat untuk memenuhi ekspektasi tersebut. Tidak hanya sebagai penonton pasif, generasi muda juga berperan aktif dalam membentuk opini dan menyebarkan ulasan film di media sosial, menjadikan mereka sebagai salah satu pendorong utama suksesnya suatu film di pasaran.

 

 

Potret bahagia Alca yang tengah memegangi testpack dengan hasil positif, dan Bintang Emon yang memeluknya dengan ekspresi bahagia.
Potret bahagia Alca yang tengah memegangi testpack dengan hasil positif, dan Bintang Emon yang memeluknya dengan ekspresi bahagia.
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah
#populer #genre film #film indonesia