Tempe kripik khas Trenggalek menawarkan sensasi rasa yang lebih beragam dan kaya bumbu dibandingkan tempe kripik sagu.
Baca Juga: Ranea Ezreen: Dari Bintang Pendiam Hingga Viral Berkat Peran Kontroversial Sebagai Dewi di Bidaah
Tempe ini dibuat dengan cara yang sederhana: tempe kedelai dipotong tipis, lalu digoreng hingga garing, biasanya dengan sedikit tepung terigu untuk menambah kerenyahan.
Namun, yang membuat tempe kripik Trenggalek berbeda adalah bumbu khas yang digunakan, seperti cabai, gula, dan rempah-rempah lain yang memberikan rasa pedas, gurih, dan sedikit manis.
Baca Juga: Manfaat Whey Protein dan Keunggulannya
Tempe kripik khas Trenggalek memiliki tekstur yang lebih padat dan keras dibandingkan tempe kripik sagu, dengan rasa yang lebih intens berkat bumbu yang meresap pada tempe.
Camilan ini sangat digemari oleh mereka yang menyukai makanan pedas dan gurih.
Tempe kripik Trenggalek menjadi bagian dari kuliner khas Trenggalek, Jawa Timur, dan memiliki nilai gizi yang lebih tinggi, dengan kandungan protein yang lebih banyak.
Namun, tempe kripik ini juga lebih tinggi kalori dan lemak karena penggunaan minyak goreng yang lebih banyak. (mal)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani