Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kenapa Permak Baju Lebih Worth It daripada Beli Baju Baru di Mall?

Mahsun Nidhom • Senin, 14 April 2025 | 22:30 WIB
Permak bisa jadi solusi hemat, pas di badan, dan ramah lingkungan.
Permak bisa jadi solusi hemat, pas di badan, dan ramah lingkungan.

Trenggaleknjenggelek - Di tengah tren fashion yang silih berganti lebih cepat dari hubungan selebriti, permak baju hadir sebagai bentuk perlawanan senyap namun bermakna.

Permak itu bukan sekadar jahitan, tapi perlawanan terhadap budaya konsumtif. Aktivitas ini sering kali dianggap sepele, bahkan kuno.

Tapi siapa sangka, memperbaiki baju lama justru bisa jadi pilihan paling masuk akal—baik dari sisi keuangan, lingkungan, maupun gaya.

Harga pakaian baru di pusat perbelanjaan kini bisa bikin kening berkerut. Bayangkan, satu jaket bisa setara dengan anggaran makan seminggu.

Sementara itu, biaya permak jauh lebih bersahabat. Cukup dengan beberapa lembar uang pecahan kecil, kamu sudah bisa mengecilkan pinggang, memendekkan lengan, bahkan mengganti resleting.

Dan hasilnya? Baju lama serasa baru keluar dari butik, tapi dompet tetap tebal.

Lebih dari sekadar soal harga, baju lama sering kali menyimpan kenangan. Ada nilai emosional dalam selembar kain yang pernah menemani hari penting.

Mulai dari jaket pertama kuliah, celana andalan waktu PDKT, hingga kemeja warisan dari orang tua.

Permak memberi kesempatan kedua bagi benda-benda penuh cerita itu untuk kembali tampil, bukan sekadar jadi tumpukan di lemari.

Dari sisi lingkungan, permak juga punya peran yang tak kalah penting. Industri fashion merupakan salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia.

Proses produksi baju baru membutuhkan air dalam jumlah besar, pewarna kimia, serta energi yang tidak sedikit.

Dengan memperpanjang usia pakai baju melalui permak, kita ikut mengurangi tekanan terhadap bumi, tanpa harus berdemo atau jadi aktivis.

Dan yang tak kalah penting, baju hasil permak biasanya jauh lebih nyaman karena disesuaikan langsung dengan bentuk tubuh.

Tidak ada lagi acara narik baju karena kepanjangan, atau merasa sesak karena ukuran toko tidak sesuai realita.

Sementara itu, penjahit lokal yang kita kunjungi juga turut merasakan dampak positifnya. Setiap baju yang kita perbaiki, adalah bentuk dukungan langsung terhadap usaha kecil yang selama ini menjadi “pahlawan tak dikenal”.

Beli boleh, tapi permak lebih bijak. Permak bukan hanya soal menjahit, tapi tentang menghargai dan merawat.

Di tengah dunia yang cepat membuang, memperbaiki adalah bentuk cinta—pada benda, pada bumi, dan pada diri sendiri. Jadi sebelum buru-buru tergoda diskon besar di pusat perbelanjaan, tengok dulu isi lemarimu.

Siapa tahu, baju favoritmu hanya butuh sedikit sentuhan dari tangan-tangan terampil di sudut gang untuk kembali bersinar. Simpel, hemat, dan penuh makna. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#Permak #Fashion #baju #beli baju #jahit #konsumtif