Trenggaleknjenggelek - Mungkin terdengar aneh di awal, bagaimana bisa film yang ditujukan untuk anak-anak justru lebih menyentuh hati orang dewasa? Tapi faktanya, banyak film animasi dan keluarga yang secara tidak langsung menyisipkan pesan-pesan hidup yang mendalam, menyentuh, bahkan menyakitkan. Hal-hal yang mungkin belum bisa dipahami anak-anak, tapi sangat terasa oleh orang dewasa yang sudah melewati pahit manisnya hidup.
Berikut adalah beberapa film yang terlihat "ringan", tapi punya daya emosional luar biasa yang seringkali bikin penonton dewasa menangis diam-diam di sudut bioskop atau depan layar TV.
Baca Juga: Tupperware Tutup Bisnis di Indonesia Setelah Tiga Dekade Geluti Pasar Tanah Air
1. Inside Out (2015) – Pelajaran Menerima Kesedihan
Film ini seperti terapi emosional terselubung. Lewat kisah Riley dan “tokoh-tokoh” emosinya (Joy, Sadness, Fear, Anger, Disgust), penonton dewasa diajak mengingat betapa pentingnya menerima perasaan sedih. Saat kecil, kita diajarkan untuk “bahagia terus”, tapi dalam proses dewasa, kita justru belajar bahwa kesedihan adalah bagian penting dari proses bertumbuh.
Salah satu scene yang bikin mewek ketika, Bing Bong, teman khayalan Riley, mengorbankan diri agar Joy bisa keluar dari jurang memori terlupakan—momen itu bikin hati hancur.
2. Up (2009) – Cinta Sejati dan Kesendirian di Masa Tua
Banyak yang setuju bahwa 10 menit pertama film ini sudah cukup untuk bikin penonton dewasa terdiam dan menitikkan air mata. Dari pertemuan Carl dan Ellie kecil, pernikahan mereka, hingga kehilangan Ellie sebelum mimpi mereka tercapai—ini semua mengingatkan kita bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Tapi cinta, kenangan, dan harapan tetap bisa jadi bahan bakar untuk terus berjalan. Ketika Montage kehidupan Carl dan Ellie adalah salah satu adegan paling menyentuh dalam sejarah animasi.
Baca Juga: Kepribadian Seorang Cat Lover: Sosok Penyayang yang Tenang dan Peka
3. Coco (2017) – Memori, Musik, dan Keluarga yang Tak Terlupakan
Film ini berbicara tentang kematian, sesuatu yang sering kita hindari tapi tak bisa kita tolak. Bagi anak-anak, mungkin ini sekadar petualangan penuh warna dan musik. Tapi bagi orang dewasa, Coco adalah pelukan hangat dan pukulan telak sekaligus. Pesan utamanya: selama kita mengingat mereka yang telah pergi, mereka tetap hidup bersama kita. Saat Miguel menyanyikan “Remember Me” untuk Mama Coco, sungguh tidak ada kata lain selain "pecah tangis."
4. Grave of the Fireflies (1988) – Bukan Sekadar Kartun, Ini Adalah Luka Perang
Bisa dibilang, ini salah satu film animasi paling menyayat hati sepanjang masa. Meskipun "dibungkus" sebagai animasi, isinya jauh dari ringan. Cerita tentang dua kakak-beradik yang berjuang hidup setelah kehilangan keluarga di masa perang ini begitu nyata dan menyakitkan. Banyak orang dewasa yang mengaku tak kuat menontonnya lebih dari sekali.
Kenapa Orang Dewasa Lebih Mudah Menangis Saat Menonton Film Anak?
Karena di balik visual yang lucu dan warna-warni ceria, film anak sering mengangkat tema universal kehilangan, kasih sayang, harapan, masa kecil, dan mimpi yang belum tercapai. Orang dewasa sudah mengalami banyak hal yang ditinggal, gagal, patah hati, atau bahkan kehilangan orang terdekat, sehingga ketika tema itu muncul dalam bentuk yang "ringan", justru jadi lebih menghantam.
Film anak mengajak kita menyelami memori, harapan, dan impian—hal-hal yang sering terlupakan saat dewasa.
Baca Juga: Arti Lagu Stecu dari Faris Adam yang Sedang FYP di TikTok dan Trending YouTube
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah