Trenggaleknjenggelek - How to Make Millions Before Grandma Dies bukanlah film biasa. Judulnya memang kedengeran kayak komedi atau film kriminal, tapi jangan tertipu, film ini justru nyentuh banget dan penuh makna. Disutradarai oleh Pat Boonnitipat dan dibintangi oleh Putthipong Assaratanakul (Billkin), film asal Thailand ini sukses bikin banyak penonton terdiam lalu nangis bombay.
Baca Juga: Dikira Film Anak Biasa, Tapi Ending-nya Bikin Orang Dewasa Nangis Sesenggukan!
Cerita singkat, berpusat pada M, seorang cucu laki-laki yang awalnya tinggal bersama ibunya. Setelah tahu bahwa neneknya (dikenal sebagai Amah) sakit parah dan kemungkinan hidupnya nggak lama lagi, M memutuskan untuk “merawat” sang nenek. Tapi niat awalnya bukan sepenuhnya tulus—M berharap bisa mendapatkan warisan besar dari Amah yang dikenal pelit dan keras kepala itu.
Tapi semakin lama M tinggal dan berinteraksi dengan Amah, semakin banyak yang ia pelajari. Tentang keluarga, tentang cinta yang nggak selalu diungkapkan dengan kata-kata, dan tentang makna kebersamaan yang sesungguhnya.
Baca Juga: Self-Reward Bikin Bahagia? Eits, Nggak Selalu! Ini Bahayanya Kalau Kebablasan
Cerita yang Dekat dengan Kehidupan
Salah satu kekuatan utama film ini adalah kedekatannya dengan realitas. Banyak dari kita yang mungkin nggak terlalu dekat dengan kakek-nenek saat tumbuh dewasa, dan film ini mengajak kita berpikir ulang: apa sih yang sebenarnya penting dalam hubungan keluarga?
Amah digambarkan sebagai sosok yang keras luar dalam, tapi ternyata semua sikap itu punya alasan. Dan lewat perubahan M yang tadinya hanya “cari untung” jadi benar-benar menyayangi sang nenek, kita diajak menyelami proses pendewasaan yang nggak instan.
Akting yang Bikin Merinding
Billkin berhasil tampil luar biasa sebagai M. Transformasi emosinya terasa natural dan menyentuh. Tapi bintang sesungguhnya mungkin adalah aktris yang memerankan Amah, meski banyak adegan yang hanya berupa tatapan atau gerakan kecil, emosinya sampai banget ke hati. Chemistry mereka bikin hubungan nenek-cucu ini terasa nyata dan mengharukan.
Dari film How to Make Millions Before Grandma Dies, kita diajak memahami bahwa:
Kasih sayang nggak selalu ditunjukkan lewat kata-kata
Amah mungkin terlihat keras, pelit, atau cuek, tapi lewat hal-hal kecil seperti masakan rumahan, perhatian dalam diam, dan rutinitas sehari-hari, kita bisa melihat betapa besar cintanya pada keluarga. Film ini ngajarin kita buat lebih peka sama bentuk cinta yang nggak “terlihat”.
Waktu bersama orang tercinta itu sangat berharga
Sering kali kita baru menyadari pentingnya seseorang ketika waktunya hampir habis. Lewat perjalanan M yang awalnya punya niat egois, kita dibawa menyaksikan bagaimana hubungan bisa tumbuh, dan betapa menyesalnya kalau kita terlambat menunjukkan kasih sayang.
Baca Juga: Kepribadian Seorang Cat Lover: Sosok Penyayang yang Tenang dan Peka
Harta bukan segalanya—yang lebih penting adalah hubungan
Judul film ini bisa mengecoh, seolah hanya bicara soal warisan. Tapi intinya justru kebalikannya. Film ini nunjukin kalau kehangatan, kenangan, dan waktu bersama orang tercinta jauh lebih berharga dari uang miliaran sekalipun.
Setiap orang bisa berubah, asal diberi kesempatan dan waktu
M yang awalnya terkesan manipulatif, berubah jadi cucu yang tulus dan penuh kasih. Film ini ngajarin kita bahwa orang bisa tumbuh, bisa belajar, dan bisa jadi lebih baik—kalau mereka punya waktu untuk benar-benar terhubung dengan orang lain.
Kesimpulan
Meskipun judulnya terdengar sarkastik, How to Make Millions Before Grandma Dies adalah film tentang cinta keluarga, penyesalan, dan pertumbuhan. Film ini ngajarin kita bahwa waktu bersama orang yang kita sayang itu nggak bisa dibeli. Kadang kita baru sadar arti seseorang, saat semuanya sudah terlambat.
Baca Juga: Rekomendasi Playlist untuk Temani Olahraga Agar Semangat Terjaga
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah