Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mengapa Kucing Meninggalkan Rumah? Dan Kenapa Rata-Rata Itu Jantan?

Mahsun Nidhom • Kamis, 17 April 2025 | 01:55 WIB
Ketika kucingmu pergi, mungkin dia hanya menjawab panggilan yang tak bisa kamu dengar.
Ketika kucingmu pergi, mungkin dia hanya menjawab panggilan yang tak bisa kamu dengar.

Trenggaleknjenggelek - Kucing pergi dari rumah. Lalu hilang. Beberapa hari, beberapa minggu, atau selamanya. Kadang mereka kembali dengan luka di wajah dan cerita yang tak pernah bisa mereka sampaikan.

Kadang mereka tak kembali sama sekali. Yang tertinggal hanyalah bekas cakaran di sofa, aroma tubuhnya di keset, dan pertanyaan yang mengendap dalam hati pemiliknya: “Kenapa?”

Dan satu pola yang sering muncul, mayoritas kucing yang kabur adalah jantan.

Bukan Sekadar Jalan-Jalan

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa kucing bukan kabur karena tak sayang. Nalurinyalah yang bicara.

Kucing adalah makhluk dengan insting pergerakan tinggi terutama yang jantan, yang memiliki dorongan biologis untuk menjelajah, bertarung, dan mencari pasangan. Ini bukan keputusan logis.

Jika kucing jantan belum dikebiri, peluang dia “mendadak hilang” akan lebih tinggi. Bau feromon betina di udara bisa terasa seperti lagu sirene yang menggoda mereka keluar.

Mereka berjalan menjauhi rumah bukan karena rumah tak nyaman, tapi karena dorongan primal tak bisa ditolak.

Perasaan Terusik, Terancam, atau Tertantang

Kadang, kucing pergi karena merasa rumah bukan lagi wilayah yang aman. Kucing baru datang? Bayi baru lahir? Renovasi rumah terlalu bising?

Hormon jantan yang sensitif terhadap dominasi dan perubahan bisa membuat mereka memilih pergi daripada beradaptasi.

Dalam dunia kucing, teritori adalah harga diri. Jika merasa dominansinya terancam, si jantan akan memilih mundur.

Tapi mundur dalam versi kucing bisa berarti menyelinap ke atap, pindah ke halaman tetangga, atau pergi sejauh mungkin dari tempat yang dulunya ia sebut rumah.

Insting Melindungi Diri

Fakta yang mengejutkan, beberapa kucing yang sakit atau sekarat memilih untuk menyendiri. Terutama kucing jantan yang cenderung tidak suka menunjukkan kelemahan.

Ini bukan karena tak cinta pada pemiliknya, melainkan karena insting liar yang masih melekat di alam, yang lemah akan diburu. Jadi mereka menyepi. Diam-diam. Sendiri.

Lalu, Kenapa Jarang Kucing Betina yang Kabur?

Karena kucing betina lebih teritorial, lebih “rumahan”. Insting mereka lebih tertuju pada menjaga area dan merawat.

Mereka tidak punya kebutuhan untuk mencari betina lain, mereka lah betinanya. Kecuali sedang birahi berat atau merasa sangat terganggu, mereka cenderung bertahan di wilayah yang sudah dikenalnya.

Drama yang Tak Terlihat

Kehilangan kucing bukan cuma soal kehilangan hewan peliharaan. Itu bisa jadi kehilangan teman yang tak pernah menghakimi, pendengar diam di malam sepi, dan makhluk kecil yang pernah membuat rumah terasa lebih hidup.

Kucing kabur bukan berarti mereka tak cinta. Tapi mereka menjawab panggilan dunia luar, dengan tubuh kecil dan jiwa petualang besar.

Mereka makhluk bebas. Kadang yang kita bisa lakukan hanyalah mendoakan keselamatannya dan selalu membuka jendela jika suatu hari mereka memutuskan pulang. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#Pergi #jantan #rumah #kucing