Trenggaleknjenggelek - Di era digital saat ini, "FOMO" (Fear of Missing Out) menjadi masalah besar yang dialami oleh banyak Gen Z.
Setiap hari, kita disuguhkan dengan konten dari orang lain yang tampaknya memiliki hidup yang lebih menarik, lebih sukses, atau lebih bahagia.
Media sosial semakin memperburuk perasaan ini karena kita bisa terus-menerus melihat orang lain yang bepergian ke tempat-tempat eksotis, makan di restoran mewah, atau merayakan pencapaian pribadi.
Hal ini menciptakan tekanan sosial yang tak terucapkan di kalangan Gen Z untuk selalu terlihat "perfect" di dunia maya.
Bahkan, banyak yang merasa harus berpartisipasi dalam segala tren terbaru atau membeli barang-barang tertentu hanya untuk merasa diterima oleh kelompok sosial mereka.
Akibatnya, banyak yang mulai merasakan kelelahan emosional dan kecemasan, karena merasa mereka tidak pernah cukup.
FOMO ini juga sering kali terkait dengan masalah mental health yang lebih besar, seperti depresi dan kecemasan.
Tekanan untuk selalu "berkembang" dan menunjukkan kehidupan yang sempurna di media sosial bisa sangat menguras energi dan kesehatan mental.
Solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan refleksi diri dan menetapkan batasan penggunaan media sosial, serta menghargai keberagaman pengalaman hidup yang ada di dunia nyata. (mal)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani