Trenggaleknjenggelek - Di usia senja namun masih aktif berkarya. Ya, inilah yang dilakukan Anik Wahyu, seorang ibu dan eyang yang mengisi masa purnanya dengan berbagai macam kegiatan.
Tak hanya kegiatan ala manula, Anik juga punya beberapa kegiatan yang umumnya justru dilakukan kaum muda.
Sebut saja salah satunya punya usaha affiliate di salah satu toko online. Salah satu ruangan di tokonya kini digunakan untuk live penjualan online.
“Awalnya saya penasaran. Ini itu sebenarnya apa? Saya tanya ke anak sulung saya. Lalu, saya dijelaskan tentang penjualan online ini, cara live-nya, akhirnya sekarang sudah jalan tiga studio,” ucap ibu dua putra dan nenek satu cucu ini.
Anik juga punya channel YouTube bernama Anik Flower Garden. Setahun belakangan, Anik mengisi channel YouTube-nya dengan berbagai konten.
Ini lantaran dia selalu tertarik ingin tahu tentang hal-hal baru dan ingin belajar. Setiap kali ada kesempatan, Anik langsung mengambil video.
Jadilah dia kini sebagai YouTuber dan kreator konten. Ada empat tema sekaligus yang disukainya.
Pertama tentang tanaman hias. Ini begitu disukainya, hingga tak heran Anik punya banyak koleksi bunga. Utamanya anggrek.
Tema berikutnya tentang dekorasi dan merangkai bunga. Merangkai bunga memberi kesenangan tersendiri bagi wanita berhijab ini.
Kemampuan ini juga yang membawanya meraih penghargaan di awal tahun 2024 lalu. Yaitu, penghargaan tingkat nasional WMS Award, Mantap Preneur Mandiri Taspen di bidang kerajinan.
Panitia melihat karya melalui channel YouTube-nya tentang kegiatan merangkai bunga. “Ini begitu berkesan, saat saya masuk masa purna kok masih mendapatkan apresiasi penghargaan, akhirnya ini membuat saya semakin semangat untuk berkarya,” ujar Anik.
Selain tiga tema tersebut, ada satu tema yang tak kalah menarik yaitu tentang pariwisata. Dari channel YouTube ini, Anik jadi mendapatkan banyak teman baru yang menginspirasi dan bisa berkolaborasi.
“Jadi setelah purna itu jadi kesempatan kedua untuk memulai babak baru sesuai hobi dan passion.
Pernak-pernik banyak warna yang menginspirasi dan mengedukasi untuk saya pribadi, dan saya berbagi ini itu bukan ada maksud lain.
Hanya mungkin siapa tahu ada yang bermanfaat. Itu kan pahala juga, jadi ladang ibadah juga kan,” ungkap Anik.
Tetap aktif di usia lanjut ini, Anik juga terinspirasi dari filosofi hidup Raden Ajeng Kartini yang tertuang dalam surat-surat Kartini.
Tentang bagaimana menjadi wanita mandiri, berkarakter, berkepribadian, memiliki adat ketimuran dan pribadi luhur sebagai wanita Indonesia.
Salah satu kutipan tersebut yaitu “Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat Aku Mau! Membuat kita mudah mendaki puncak gunung”.
“Dari kalimat itu terkandung makna dan filosofi hidup. Bahwa bila kita ingin menciptakan mimpi bisa terealisasi, maka bekerjalah dengan ikhlas.
Afirmasi diri selalu positif. Apalagi bagi generasi muda, mari realisasikan mimpi Kartini dengan pahatan karyamu, walaupun itu tidak sebesar mahakarya,” tandas Anik. (tin/c1/jaz)