Trenggaleknjenggelek - Setelah hiruk-pikuk Jumat Agung dan sebelum sukacita Paskah memuncak, ada satu hari yang sering terlewatkan: Sabtu Sunyi.
Dalam tradisi Kristiani, hari ini adalah momen hening dalam rangkaian Triduum atau Tri Suci yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Sunyi.
Seperti yang dikatakan oleh Yos Ahadre, “Triduum atau Tri Suci sama pengertiannya. Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi.”
Sabtu Sunyi adalah saat Yesus telah wafat, dan dunia seolah menahan napas. Para murid bersembunyi dalam ketakutan, langit tampak diam, dan bumi terbungkam.
Namun justru dalam sunyi itu, karya agung keselamatan sedang berlangsung. Dalam keyakinan Kristiani, Yesus turun ke dalam kerajaan maut.
Baca Juga: 16 Gereja di Trenggalek Jadi Titik Pengamanan Ibadah Jumat Agung oleh Polisi
Bukan untuk beristirahat, tapi untuk membuka pintu keselamatan bagi jiwa-jiwa yang telah mendahului.
Sabtu Sunyi adalah cerminan pengalaman manusia saat iman terasa senyap, saat doa tak kunjung dijawab, dan saat hidup tampak tanpa arah. Tapi di sanalah, harapan perlahan tumbuh.
Malam Sabtu Sunyi diakhiri dengan sebuah ibadah penuh simbol dan cahaya. Lilin Paskah dinyalakan, melambangkan kebangkitan yang akan datang.
Karena seperti dalam kehidupan, setelah gelap akan ada terang. Dan kadang, dalam sunyi, Tuhan justru bekerja paling dahsyat. (sun)