Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Filosofi Dibalik Petualangan Jumbo: Mencari Buku dan Menemukan Jati Diri

Mahsun Nidhom • Selasa, 22 April 2025 | 19:30 WIB
Petualangan Jumbo bukan cuma mencari buku.
Petualangan Jumbo bukan cuma mencari buku.

Trenggaleknjenggelek - Film animasi Jumbo bercerita tentang seorang anak kecil yang kehilangan sebuah buku. Namun, kisahnya tak berhenti di situ.

Di balik visual yang cerah dan karakter menggemaskan, tersimpan makna pencarian yang lebih dalam tentang kehilangan, pertumbuhan, dan menemukan jati diri.

Buku yang Hilang, Bukan Sekadar Buku

Jumbo memulai petualangannya karena sebuah buku miliknya hilang. Namun semakin jauh ia melangkah, penonton perlahan sadar bahwa yang dicari bukan hanya lembaran kertas, tapi juga rasa memiliki, pemahaman, dan identitas.

Buku menjadi simbol dari apa yang berharga dan membentuk dirinya, mungkin seperti masa kecil, kenangan, atau bahkan prinsip hidup.

Di dunia nyata, kita pun sering “kehilangan buku” dalam hidup. Bukan buku fisik, tapi arah, nilai, atau bahkan rasa percaya diri.

Dan seperti Jumbo, kita memulai perjalanan untuk menemukannya kembali. Tapi anehnya, saat buku itu akhirnya ketemu, justru kita yang berubah. Bukan lagi seperti saat pertama kehilangan.

Jalan Berliku, Teman Tak Terduga

Dalam perjalanannya, Jumbo bertemu karakter-karakter unik seperti Atta yang memiliki kehidupan yang sulit, Nurman yang memiliki tiga kambing unik, dan Meri yang merupakan hantu kecil dengan kekuatan luar biasa.

Selain itu, karakter seperti Acil (kakak Atta) dan Mae (tokoh perempuan yang kuat) juga memberikan warna tersendiri dalam cerita.

Mereka hadir bukan sekadar pemanis cerita, tapi representasi dari “diri kita yang lain” sebagai aspek-aspek kepribadian yang sering kita abaikan.

Dalam hidup, kita juga bertemu banyak orang (atau tantangan) yang menguji, mendampingi, bahkan menertawakan kita.

Tapi semuanya bagian dari proses menemukan diri sendiri. Seperti yang disadari Jumbo terkadang, yang kita cari bukan solusi, tapi pemahaman.

Jika ditarik ke dalam refleksi yang lebih filosofis, petualangan Jumbo adalah alegori tentang perjalanan menjadi manusia seutuhnya. Bahwa hidup bukan sekadar menambal yang hilang, tapi belajar menjadi utuh kembali.

Film Jumbo sebenarnya sedang berbicara pada kita semua, anak-anak maupun dewasa. Ia menyampaikan pesan bahwa pencarian itu bukan soal hasil, tapi soal proses. Bukan tentang menemukan benda, tapi menemukan siapa kita di balik keinginan itu. (sun)

Paula Verhoeven
Paula Verhoeven
Paula Verhoeven
Paula Verhoeven
Editor : Mahsun Nidhom
#jumbo #Film Jumbo #Animasi Jumbo