Trenggaleknjenggelek - Kabar duka atas wafatnya pada Senin (21/4/2025) waktu Vatikan tak hanya mengguncang dunia keagamaan, tetapi juga berdampak besar pada dunia perfilman, yakni Film Conclave.
Film Conclave kembali menjadi perbincangan publik di media sosial, seiring meningkatnya minat penonton terhadap film bertema Vatikan tersebut.
Data dari lembaga pemantau penayangan, Luminate, mencatat lonjakan jumlah pemirsa Conclave secara drastis sejak hari kematian Paus Fransiskus.
Film itu awalnya mencatatkan 1,8 juta menit ditonton pada 20 April, kemudian melonjak hingga 6,9 juta menit keesokan harinya—menandai kenaikan sebesar 283 persen hanya dalam satu hari.
Tak hanya Conclave, film lain bertema serupa seperti The Two Popes (2019) juga mengalami lonjakan penonton yang signifikan.
Berdasarkan laporan Variety pada Selasa (22/4/2025), film produksi Netflix tersebut naik hingga 417 persen, dari semula 290 ribu menit pada 20 April menjadi 1,5 juta menit ditonton pada 21 April.
Film Conclave sendiri berlatar di Vatikan, dengan cerita yang dimulai setelah wafatnya seorang Paus akibat serangan jantung.
Peristiwa ini memicu pelaksanaan konklaf, yakni proses pemilihan Paus baru yang menjadi inti cerita.
Kardinal Thomas Lawrence, yang diperankan oleh Ralph Fiennes, dipercaya memimpin jalannya konklaf mulai dari penyambutan kardinal hingga pemungutan suara.
Film ini disutradarai oleh Edward Berger dan ditulis oleh Peter Straughan, diadaptasi dari novel Conclave karya Robert Harris yang pertama kali terbit pada 2016.
Deretan aktor papan atas turut membintangi film ini, seperti Stanley Tucci sebagai Kardinal Aldo Bellini, John Lithgow sebagai Joseph Trembley, Sergio Castellitto sebagai Goffredo Todesco, dan Isabella Rossellini sebagai Suster Agnes.
Setelah tayang perdana di ajang Telluride Film Festival ke-51 pada 30 Agustus 2024, Conclave mendapatkan sambutan positif dari para kritikus, terutama terkait akting para pemeran, skenario, penyutradaraan, hingga sinematografinya.
Isu kesehatan Paus Fransiskus sendiri sudah menjadi perhatian sejak Februari lalu ketika beliau sempat dirawat akibat bronkitis kronis.
Selama masa penghargaan Oscar dan SAG Awards, para pemeran Conclave pun sempat menyampaikan doa dan harapan akan kesembuhan sang Paus.
"Pertama-tama, kami ingin mendoakan agar Paus Fransiskus lekas sembuh," ujar Isabella Rossellini kala itu.
Senada, Sergio Castellitto menuturkan, "Bagi kami yang tinggal di Roma, yang tinggal hanya beberapa meter dari Paus, seperti memiliki hubungan yang lebih dekat.
Kami melihat helikopter meninggalkan tempatnya, 'Oh, apakah Paus akan terbang hari ini dan kembali lagi!' Jadi, hubungan kami sebagai orang Italia dengan Paus jauh lebih dekat. Saya ulangi, saya benar-benar berharap dia baik-baik saja."
Namun, pada Senin (21/4), Paus Fransiskus resmi dinyatakan wafat di Vatikan dalam usia 88 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Kardinal Farrell melalui siaran resmi Vatican TV.
"Untuk saudara sekalian, dengan kesedihan mendalam, saya harus mengumumkan meninggalnya Bapa Suci Paus Fransiskus, pada 07.35," ujar Kardinal Farrell dalam siaran yang dikutip dari Reuters.
Setelah kabar duka ini tersebar, sejumlah tokoh dunia, termasuk sineas kawakan Hollywood Martin Scorsese, menyampaikan penghormatan terakhir kepada Paus. Scorsese menyebut wafatnya Paus Fransiskus sebagai kehilangan besar bagi dunia. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri