Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pergeseran Budaya Indonesia: Pengaruh Media Sosial pada Remaja

Mahsun Nidhom • Senin, 28 April 2025 | 16:00 WIB

 

Media sosial membentuk citra diri remaja.
Media sosial membentuk citra diri remaja.

Trenggaleknjenggelek – Media sosial (Medsos) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi kalangan remaja.

Aplikasi seperti Instagram, TikTok, dan Twitter telah mengubah cara mereka berkomunikasi, mengakses informasi, dan membentuk pandangan hidup.

Namun, dengan kemajuan ini, muncul pula dampak besar yang mengubah nilai-nilai budaya Indonesia, khususnya di kalangan remaja.

Pembentukan Identitas Remaja

Media sosial memberi ruang bagi remaja untuk mengekspresikan diri mereka melalui foto, video, dan status.

Hal ini memungkinkan mereka untuk membentuk citra diri yang diinginkan, meski seringkali citra ini tidak mencerminkan kenyataan.

Media sosial menguatkan standar kecantikan dan gaya hidup yang sering kali sulit dicapai, yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri remaja.

Mereka merasa tertekan untuk mengikuti tren dan meraih popularitas, tanpa menyadari dampak negatif yang ditimbulkan.

Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Indonesia

Di sisi lain, media sosial juga berperan dalam pergeseran nilai budaya Indonesia. Sebelumnya, budaya gotong royong dan kekeluargaan menjadi fondasi kuat dalam kehidupan sosial.

Namun, individualisme yang berkembang melalui media sosial membuat remaja lebih fokus pada diri sendiri, berusaha membangun citra diri yang sempurna, dan mengurangi interaksi sosial yang berbasis kerjasama.

Selain itu, remaja Indonesia semakin terpapar budaya global, terutama budaya barat, melalui media sosial.

Hal ini membuat mereka lebih tertarik pada budaya luar, yang terkadang menimbulkan kesan bahwa budaya lokal sudah usang atau ketinggalan zaman.

Ketergantungan pada media sosial ini membuat budaya lokal mulai terkikis, dan munculnya ketidakseimbangan antara tradisi dan tren global.

Plus Minus Media Sosial

Pengaruh media sosial memang membawa dampak positif dan negatif. Di satu sisi, media sosial dapat membuka wawasan remaja dengan informasi dan kesempatan yang lebih luas.

Banyak remaja yang menggunakan media sosial untuk belajar, mengembangkan kreativitas, atau memperluas jaringan sosial.

Namun, di sisi lain, media sosial juga dapat menimbulkan kecemasan sosial, mengurangi kualitas interaksi sosial langsung, dan meningkatkan tekanan psikologis untuk tampil sempurna.

Media sosial memang memiliki dampak besar dalam kehidupan remaja Indonesia. Pergeseran budaya yang ditimbulkan tidak bisa dihindari, namun kita perlu membimbing generasi muda untuk memanfaatkan media sosial dengan bijak.

Dengan pendekatan yang tepat, remaja dapat mempertahankan nilai budaya Indonesia sambil tetap membuka diri terhadap perkembangan dunia digital. (sun)

Kasi Humas Polresta Magelang Iptu Lilik Purwaka
Kasi Humas Polresta Magelang Iptu Lilik Purwaka
BERSAING: Iffah Al-Abadiyah membeli bawang merah di Pasar Waru, Pamekasan, Jumat (25/4). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
BERSAING: Iffah Al-Abadiyah membeli bawang merah di Pasar Waru, Pamekasan, Jumat (25/4). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
Editor : Mahsun Nidhom
#Medsos #budaya #remaja