Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Film Perang Kota: Cinta, Pengkhianatan, dan Perjuangan di Masa Kemerdekaan

Mahsun Nidhom • Selasa, 29 April 2025 | 20:30 WIB
Perang Kota hadirkan kisah perjuangan emosional di masa kemerdekaan.
Perang Kota hadirkan kisah perjuangan emosional di masa kemerdekaan.

Trenggaleknjenggelek - Film "Perang Kota" adalah sebuah karya yang langka dan menggugah dari industri film Indonesia.

Menghadirkan tema perjuangan, cinta, dan pengkhianatan, film ini benar-benar menyuguhkan pengalaman sinematik yang tak terlupakan.

Bukan hanya sekadar film aksi, tetapi juga mengupas sisi manusiawi dari konflik yang terjadi.

Film ini diadaptasi dari novel klasik Indonesia "Jalan Tak Ada Ujung" karya Mochtar Lubis, dan sudah mencuri perhatian internasional dengan tampil sebagai film penutup di International Film Festival di Rotterdam.

Ini adalah salah satu film yang seharusnya laku keras di tanah air karena kekuatan cerita dan atmosfernya yang mencekam.

Cerita yang Penuh Perjuangan dan Cinta Segitiga

"Perang Kota" berlatar belakang masa-masa kemerdekaan Indonesia, ketika perjuangan melawan kolonialisme Belanda masih berlangsung.

Cerita berfokus pada Isa, yang diperankan oleh Ciko Jericho, seorang pejuang yang ditugaskan untuk menghabisi petinggi kolonial.

Ia tak sendirian, karena sahabatnya Hazil, yang diperankan oleh Jerong Gurnia, turut menemani dalam misi berbahaya ini.

Namun, drama semakin kompleks saat Hazil diam-diam jatuh cinta kepada Fatimah (diperankan oleh Ariel Tatum), istri dari Isa.

Cinta segitiga yang muncul di tengah-tengah perjuangan ini memberikan warna yang berbeda dalam film, menyuguhkan konflik emosional yang mendalam.

Rasa cinta yang terlarang ini semakin memperburuk ketegangan, menambah lapisan dramatis dalam cerita.

Konflik yang Mencekam dan Atmosfer yang Intens

Dengan latar belakang sejarah yang penuh kekerasan dan ketidakpastian, film ini menghadirkan atmosfer yang mencekam.

Setiap adegan terasa penuh dengan ketegangan, seakan kita turut merasakan perjuangan dan pengkhianatan yang terjadi di masa tersebut.

Selain itu, visual yang sangat memukau dan akting dari para pemain yang solid membuat "Perang Kota" semakin menggigit.

Tayang serentak di seluruh Indonesia pada 30 April 2025, "Perang Kota" tak hanya menyuguhkan cerita tentang perjuangan kemerdekaan, tetapi juga tentang pengorbanan pribadi dalam cinta dan persahabatan.

Film ini adalah gambaran dari sebuah masa gelap yang penuh dengan dilema, pengkhianatan, dan harapan akan kebebasan.

Fun Fact: Ini adalah jenis film yang seharusnya lebih sering diproduksi di Indonesia. Sebuah karya yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memberikan refleksi mendalam tentang sejarah dan kemanusiaan. (sun)

Photo
Photo
Editor : Mahsun Nidhom
#film #review #perang kota