Trenggaleknjenggelek - Dalam sejarah musik Indonesia, karena perannya yang sangat besar dalam membentuk, memperkenalkan, dan memopulerkan dangdut sebagai musik rakyat. Lahir di Jakarta pada 1941, Ellya Khadam tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan seni, terutama musik Melayu dan orkes tradisional.
Perjalanan Ellya Khadam menuju panggung musik Indonesia dimulai dari panggung orkes melayu. Ia bergabung dengan Orkes Melayu Purnama pimpinan A. Kadir. Suaranya yang khas, kuat, dan ekspresif menjadikannya cepat dikenal. Namun yang paling penting adalah bagaimana ia turut membentuk warna dangdut modern, yaitu perpaduan musik India, Melayu, dan unsur lokal Indonesia.
Salah satu karya Ellya yang paling terkenal adalah lagu “Boneka dari India” yang rilis pada era 1970-an. Lagu ini menjadi tonggak penting dalam sejarah dangdut karena menampilkan nuansa India yang sangat kental, lengkap dengan cengkok vokal khas Bollywood. Lagu ini begitu populer dan menjadikan Ellya sebagai penyanyi dangdut paling menonjol di masanya.
Selain menyanyi, Ellya juga tampil di berbagai film layar lebar. Ia kerap dipasangkan dengan Rhoma Irama, yang kemudian dikenal sebagai Raja Dangdut. Dalam banyak film, Ellya tampil sebagai sosok wanita kuat yang penuh semangat, mencerminkan kepribadiannya di kehidupan nyata.
Yang membedakan Ellya Khadam dari penyanyi lain adalah keberaniannya memadukan gaya, busana, dan aransemen musik yang belum banyak dilakukan saat itu. Ia mengenalkan busana ala India di atas panggung, serta membawa elemen tari-tarian dan ekspresi teatrikal yang kemudian menjadi ciri khas dangdut.
Pengaruh Ellya terhadap generasi setelahnya sangat besar. Ia membuka jalan bagi penyanyi wanita lain seperti Rita Sugiarto, Ikke Nurjanah, hingga Inul Daratista untuk mengekspresikan diri di panggung dangdut. Ellya adalah bukti bahwa wanita juga dapat menjadi pionir di dunia musik yang kala itu didominasi oleh pria.
Meski telah meninggal pada 2009, warisan Ellya Khadam tetap hidup. Lagu-lagunya masih diputar, gayanya masih ditiru, dan pengaruhnya masih terasa. Gelar “ibu dangdut Indonesia” bukan sekadar julukan, tetapi pengakuan atas kontribusi dan perjuangannya mengangkat musik rakyat ke panggung nasional.
Ellya Khadam bukan hanya legenda, tetapi simbol keberanian dan kreativitas yang membentuk identitas dangdut sebagai musik Indonesia yang merakyat.
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah