Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kenapa Kucing Telon Rata-Rata Betina, Bahkan Hampir Tidak Ada yang Jantan?

Mahsun Nidhom • Selasa, 6 Mei 2025 | 20:00 WIB
Rahasia genetika kucing.
Rahasia genetika kucing.

Trenggaleknjenggelek - Kucing Telon, atau kucing dengan pola warna tiga warna yang mencolok—hitam, putih, dan oranye—terkenal dengan penampilannya yang unik dan menarik.

Namun, ada satu fakta menarik tentang kucing Telon yang sering membuat banyak orang bertanya-tanya: Mengapa hampir semua kucing Telon adalah betina? Bahkan hampir tidak ada yang jantan.

Genetika di Balik Warna Kucing Telon

Pola warna pada kucing Telon dikendalikan oleh faktor genetika, khususnya oleh gen yang terletak pada kromosom X.

Warna bulu kucing seperti hitam, oranye (atau jingga), dan putih dipengaruhi oleh genetik yang ada pada dua kromosom X (untuk betina) dan satu kromosom X serta kromosom Y (untuk jantan).

Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 4,87 Persen di Triwulan I 2025, Tapi Melemah Dibanding Tahun Lalu

1. Kucing Betina: Dua Kromosom X

Kucing betina memiliki dua kromosom X (XX). Pada kucing yang memiliki pola warna Telon, dua kromosom X ini membawa gen yang berbeda.

Misalnya, satu kromosom X mengandung gen warna oranye, sementara kromosom X lainnya mengandung gen warna hitam.

Perpaduan gen-gen ini menghasilkan warna tiga warna atau pola triwarna yang khas pada kucing Telon—hitam, oranye, dan putih.

Dengan dua kromosom X, kucing betina memiliki lebih banyak peluang untuk menghasilkan warna triwarna.

Sebagai contoh, satu kromosom X dapat menentukan warna oranye, sementara yang lainnya menentukan warna hitam atau putih, menciptakan pola warna yang mempesona ini.

2. Kucing Jantan: Hanya Satu Kromosom X

Sementara itu, kucing jantan hanya memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY).

Artinya, hanya ada satu kromosom X yang dapat membawa gen warna, yang mengarah pada pola warna yang lebih sederhana, seperti hitam atau oranye.

Kucing jantan dengan pola warna triwarna sangat jarang terjadi, karena mereka hanya memiliki satu kromosom X.

Jadi, mereka tidak dapat membawa dua gen warna yang berbeda pada dua kromosom X seperti halnya kucing betina.

3. Sindrom Klinefelter pada Kucing Jantan

Namun, ada pengecualian langka pada kucing jantan yang memiliki kelainan genetik, yaitu sindrom Klinefelter.

Kucing jantan dengan sindrom Klinefelter memiliki dua kromosom X dan satu kromosom Y (XXY).

Pada kasus ini, kucing jantan tersebut dapat memiliki pola warna triwarna karena adanya dua kromosom X yang memungkinkan terjadinya kombinasi warna yang berbeda, mirip dengan kucing betina.

Meski demikian, fenomena ini sangat jarang terjadi dan hanya ditemukan pada sebagian kecil kucing jantan.

Fenomena Langka di Dunia Kucing

Fenomena bahwa hampir semua kucing Telon adalah betina adalah contoh sempurna dari bagaimana genetika dapat mempengaruhi penampilan dan karakteristik fisik hewan.

Dengan dua kromosom X yang memungkinkan terjadinya pola warna triwarna yang khas, kucing betina lebih dominan dalam populasi kucing Telon.

Meskipun sangat jarang, kucing jantan dengan pola warna triwarna dapat ditemukan jika mereka mengalami kelainan genetik yang langka.

Jadi, jika Anda memiliki kucing Telon yang betina, Anda tidak sendirian—fenomena ini telah menjadi bagian dari pesona dan keunikan dari kucing dengan pola warna yang memikat ini. (sun)

Pietro Parolin
Pietro Parolin
POSE: Luis Antonio Tagle (kiri) bersama Paus Fransiskus ketika berpose bersama. (Wally Santana/The Telegraph)
POSE: Luis Antonio Tagle (kiri) bersama Paus Fransiskus ketika berpose bersama. (Wally Santana/The Telegraph)
Peter Turkson
Peter Turkson
Fridolin Ambongo Besungu
Fridolin Ambongo Besungu
Editor : Mahsun Nidhom
#Genetika #Kucing telon #kromosom