Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Dari Viral ke Visioner: Tren Menikah Sederhana yang Makin Disukai Gen Z

Amalia Rizky Indah Permadani • Senin, 16 Juni 2025 | 20:00 WIB

 

Razi Bawazier dan Vebby Palwinta resmi menjadi pasangan suami-istri pada 18 April 2020. Akad nikah Razi dan Vebby digelar di KUA Kebayoran Lama.
Razi Bawazier dan Vebby Palwinta resmi menjadi pasangan suami-istri pada 18 April 2020. Akad nikah Razi dan Vebby digelar di KUA Kebayoran Lama.

Trenggaleknjenggelek - Media sosial dulunya dipenuhi dengan unggahan pernikahan yang glamor dan mewah. Namun kini, narasi tersebut mulai bergeser.

Banyak pasangan muda justru viral karena memilih menikah sederhana di KUA, namun tetap penuh makna dan estetika.

Platform seperti TikTok dan Instagram kini tak hanya menjadi ajang pamer pesta, tapi juga ruang untuk berbagi kisah-kisah pernikahan minimalis yang menyentuh.

Foto-foto sederhana dengan caption jujur dan menyentuh hati lebih banyak menarik perhatian publik daripada pesta meriah yang terasa dibuat-buat.

Fenomena ini menandai lahirnya narasi baru: bahwa pernikahan bukan soal seberapa besar dana yang dihabiskan, tapi seberapa dalam komitmen yang dibangun.

Media sosial membantu Gen Z menyadari bahwa tidak perlu mengikuti standar lama untuk membuat momen pernikahan berkesan.

Inspirasi ini akhirnya menjalar. Banyak pasangan yang sebelumnya merasa ragu, kini merasa lebih yakin untuk memilih konsep pernikahan minimalis.

Mereka tahu bahwa kisah cinta mereka tetap bisa dibagikan, bahkan mungkin lebih diapresiasi, karena terasa lebih nyata dan relatable.

Dari tren viral menjadi gerakan visioner, pernikahan sederhana bukan lagi pilihan alternatif, tapi justru menjadi bentuk perlawanan elegan terhadap tekanan sosial.

Gen Z kembali menunjukkan bahwa mereka adalah generasi yang berani berpikir berbeda dan membentuk tren, bukan hanya mengikutinya. (mal)

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani