Trenggaleknjenggelek - Pernikahan sederhana sering kali disalahartikan sebagai pernikahan yang kurang romantis atau terburu-buru.
Padahal kenyataannya, banyak pasangan justru merasakan kedalaman emosional yang lebih dalam ketika mereka memilih menikah tanpa kemewahan.
Menikah di KUA, hanya dengan orang tua dan keluarga inti, menghadirkan suasana yang intim.
Tanpa distraksi dari dekorasi berlebihan, musik keras, atau tamu dalam jumlah besar, fokus pasangan benar-benar tertuju pada satu sama lain.
Banyak kisah manis lahir dari momen seperti ini.
Ada yang menulis surat cinta untuk dibacakan setelah akad, ada yang saling memberi hadiah kecil yang bermakna, ada pula yang mengabadikan momen dengan foto candid di halaman KUA yang penuh tawa.
Romantis bukan selalu soal tempat mewah atau dekorasi spektakuler.
Justru dalam kesederhanaan, perasaan sering kali terasa lebih tulus.
Tidak ada tekanan untuk tampil sempurna, tidak ada kekhawatiran soal siapa yang datang atau tidak datang.
Pernikahan sederhana memulihkan esensi dari akad itu sendiri: dua insan yang berjanji saling menjaga.
Dan ketika janji itu diucapkan dalam kesunyian yang khidmat, tanpa gangguan dunia luar, rasanya lebih dalam dan membekas. (mal)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani