Trenggaleknjenggelek - Meski banyak memilih menikah di KUA dengan cara yang sederhana, pasangan Gen Z tidak serta-merta meninggalkan sisi modernitas dan gaya personal.
Mereka justru piawai menggabungkan nilai tradisi dengan sentuhan teknologi.
Undangan digital kini menjadi pilihan utama.
Mereka menyampaikan kabar bahagia dengan desain elegan, galeri foto, RSVP otomatis, hingga peta lokasi acara.
Tak perlu repot cetak undangan fisik, cukup bagikan tautan via WhatsApp atau media sosial.
Banyak juga pasangan yang melakukan live streaming pernikahan di KUA untuk keluarga dan teman yang tidak bisa hadir.
Ada pula yang menyusun rangkaian foto prewedding sederhana tapi bermakna, dibagikan dalam bentuk album digital.
Teknologi juga membantu mereka menyimpan momen, merancang konsep, dan mengatur semuanya dengan efisien.
Hal ini membuktikan bahwa sederhana tidak harus kuno, dan modern tidak selalu mahal.
Gabungan antara kesakralan akad dan kecanggihan digital menjadikan pernikahan para Gen Z terasa unik.
Mereka tidak kehilangan makna, justru menambahkan identitas mereka sendiri ke dalam setiap prosesnya.
Inilah generasi yang tahu bagaimana menjaga nilai, tanpa meninggalkan zaman.
Menikah di KUA tetap bisa estetik, hangat, dan dikenang—karena yang penting bukan seberapa besar pesta, tapi seberapa besar komitmen. (mal)