Trenggaleknjenggelek - Dalam dunia yang kerap tak ramah pada perempuan, terlebih bagi seorang ibu tunggal, Maia Estianty membuktikan bahwa cinta seorang ibu terhadap anak-anaknya adalah kekuatan yang tak tertandingi.
Saat hidup tiba-tiba berbelok arah, dan ketiga anaknya masih kecil, Maia memilih untuk tetap berdiri tegak.
Ia tak menyerah, tak pernah mundur. Ia berjuang, bukan hanya demi dirinya, tapi demi ketiga buah hatinya yang menjadi sumber kekuatannya.
Dari Maia, kita belajar bahwa perjalanan mencintai diri sendiri adalah pondasi penting sebelum membuka hati untuk orang lain.
Butuh waktu 17 tahun untuk sampai ke titik di mana ia benar-benar menemukan sosok yang pantas, bukan karena tergesa, tetapi karena ia telah sepenuhnya hadir untuk dirinya dan anak-anaknya.
Ia tidak membiarkan stigma “janda” meruntuhkan martabatnya. Sebaliknya, ia menegakkan kepala, penuh harga diri.
Kisah Maia juga membuktikan bahwa keberhasilan bukanlah hasil dari keberuntungan semata, melainkan buah dari kerja keras yang konsisten.
Di balik layar musik Indonesia, Maia adalah pencipta, produser, pengusaha, konten kreator, juri, dan sekaligus aktivis.
Ia mendirikan Duo Maia, membangun label Le Moesiek Revole, hingga mengelola kanal YouTube dan berbagai bisnis lintas bidang seperti kecantikan, kuliner, fashion, hingga properti.
Semua itu dijalani bukan hanya untuk bertahan hidup, tapi juga untuk menghargai dirinya sendiri.
Lebih dari itu, Maia pun memilih untuk menyuarakan yang tak bersuara—menjadi duta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan aktif mengkampanyekan pentingnya perlindungan terhadap perempuan.
Ia berdiri bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk banyak perempuan yang pernah merasakan luka serupa.
Dan akhirnya, dari Maia kita belajar bahwa badai memang berat ketika dijalani.
Tapi jika terus melangkah dengan hati yang penuh cinta—terutama kepada anak dan diri sendiri—maka badai itu akan berlalu.
Setelahnya, ada kehidupan yang bisa kita rayakan, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang-orang yang kita cintai.
Dari Maia Estianty, kita belajar bahwa cinta, keberanian, dan penghargaan terhadap diri sendiri adalah bekal paling berharga untuk melanjutkan hidup. (mal)