Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

5 Alasan Mengapa Kucing Sering Tidur Dekat Majikannya

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 26 Juni 2025 | 01:35 WIB
pecinta kucing seringkali memiliki kepribadian unik. Kucing adalah makhluk yang anggun, penuh misteri, sekaligus penuh kasih.
pecinta kucing seringkali memiliki kepribadian unik. Kucing adalah makhluk yang anggun, penuh misteri, sekaligus penuh kasih.

Trenggaleknjenggelek – Bagi para pecinta kucing, kebiasaan hewan kesayangan tidur di dekat atau bahkan di atas tubuh pemiliknya bukanlah hal yang asing.

Namun, di balik kebiasaan itu tersimpan sejumlah alasan ilmiah dan naluriah yang membuat kucing memilih posisi tidur dekat manusia yang mereka percayai.

Menurut Mikel Delgado, pakar perilaku kucing dari Rover, ada berbagai faktor yang membuat kucing senang tidur di sebelah pemiliknya. Salah satunya adalah karena mereka merasa lebih aman.

Meski tengah terlelap, anabul tetap memiliki insting siaga terhadap suara dan bau asing yang dapat memicu reaksi bertahan.

Oleh karena itu, posisi tidur di samping manusia yang mereka kenal dipercaya memberikan rasa perlindungan ekstra.

“Karena kucing selalu siap siaga, masuk akal jika mereka mencari perlindungan ekstra dengan meringkuk di sebelah pemiliknya,” ujar Delgado, seperti dikutip Reader’s Digest, Rabu (5/6/2024).

Selain rasa aman, kehangatan juga menjadi daya tarik utama. Suhu tubuh kucing yang berkisar 39 derajat Celsius membuat mereka cenderung menyukai tempat hangat.

Itulah mengapa tak jarang kucing terlihat tidur di dekat jendela berjemur, menumpuk dalam kotak kecil, atau bersandar pada tubuh pemiliknya demi menyerap panas sebanyak mungkin.

Menariknya, kucing juga punya naluri teritorial yang kuat. Ketika tidur di atas manusia, mereka tak hanya mencari kenyamanan, tetapi juga menandai tuannya sebagai bagian dari wilayah mereka.

Aroma tubuh menjadi cara alami bagi kucing untuk mengklaim sesuatu sebagai “miliknya”.

Tak hanya soal naluri, kebiasaan tidur dekat majikan juga berkaitan dengan hubungan emosional.

Menurut Delgado, kucing kerap menunjukkan kasih sayangnya lewat tindakan fisik seperti “pillowing”, yaitu menggunakan tubuh makhluk lain sebagai bantal.

Jika mereka menjadi satu-satunya kucing di rumah, tubuh pemilik bisa menjadi pengganti.

Namun, pemilik juga perlu waspada. Jika kucing yang sebelumnya tak pernah tidur di atas tubuh tiba-tiba menunjukkan perilaku demikian secara terus-menerus, hal itu bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan.

Apalagi jika disertai tanda-tanda lesu atau perubahan perilaku lain.

“Jika kucingmu sebelumnya tidak pernah tidur di atasmu, dan tiba-tiba mulai melakukannya, perhatikan tanda-tanda lain yang mencurigakan. Perubahan perilaku kadang bisa menjadi petunjuk awal bahwa ada masalah,” jelas Delgado.

Dengan memahami alasan di balik kebiasaan tidur kucing ini, para pemilik bisa lebih peka terhadap kondisi fisik dan emosional hewan peliharaan mereka.

Terlebih, bagi banyak kucing, tidur di sisi manusia bukan hanya soal kenyamanan, melainkan juga bentuk kasih sayang yang tulus. (kho)

antologi puisi KUMPICAK
antologi puisi KUMPICAK
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#anabul #tidur #kucing