Trenggaleknjenggelek- Siapa sangka, dari desa kecil bernama Sumberingin di Kecamatan Karangan, Trenggalek, lahir sosok inspiratif yang kini dikenal di berbagai komunitas lari , Namanya Sari Setyaningsih.
Seorang karyawan kantoran dengan rutinitas yang monoton. Kini, ia menjelma menjadi pelari aktif yang membawa semangat hidup sehat dan perubahan positif, tidak hanya bagi dirinya, tapi juga orang-orang di sekitarnya.
Transformasi Sari dimulai sekitar tiga tahun lalu, saat tekanan pekerjaan di kota mulai menggerus kesehatannya. “Setiap hari duduk di depan komputer, lembur sampai malam, saya mulai merasa kehilangan arah. Fisik lelah, mental pun ikut rapuh,” ujarnya.
Hingga suatu pagi, dorongan sederhana untuk “sekadar jalan pagi” menjadi titik balik hidupnya. “Saya mulai dengan jalan cepat lima menit, lalu berlari pelan. Ternyata setelahnya saya merasa segar dan bahagia, sesuatu yang sudah lama hilang,” kenangnya.
Kegiatan lari yang awalnya hanya pelarian dari stres, berubah menjadi panggilan jiwa. Sari mulai mengikuti komunitas lari, rutin ikut event 5K dan 10K, bahkan kini telah menamatkan beberapa half-marathon. “Setiap kilometer yang saya tempuh, rasanya seperti melepaskan beban hidup. Lari bukan lagi soal kecepatan, tapi perjalanan mengenal diri,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Sari, lari bukan hanya olahraga, tapi bentuk terapi dan transformasi batin. Ia mengaku lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih terhubung dengan alam maupun orang-orang di sekitarnya. “Saya kembali menemukan arti pulang, bukan hanya ke desa, tapi ke diri sendiri,” ucapnya.
Kini, Sari kerap pulang ke Sumberingin dan mengajak warga desa, terutama ibu-ibu muda, untuk ikut senam pagi dan berlari bersama. Ia percaya, perubahan besar dimulai dari langkah kecil.
“Dulu saya pikir lari itu cuma olahraga capek-capekan. Sekarang saya tahu, lari bisa jadi pelarian—yang justru membawa kita ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.(Gun)
Editor : Gunawan Rdr Tulungagung