Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Game Android Jadul yang Masih Bertahan Sampai Sekarang: Menyusuri Jejak Nostalgia Digital

Mahsun Nidhom • Sabtu, 5 Juli 2025 | 20:00 WIB
Angry Birds 2: salah satu game lawas yg masih punya banyak pemain hingga sekarang.
Angry Birds 2: salah satu game lawas yg masih punya banyak pemain hingga sekarang.

Trenggaleknjenggelek - Sebelum era game berat dengan grafis realistis mendominasi Play Store, ada masa di mana game ringan dan sederhana menduduki puncak kepopuleran.

Game Android jadul seperti Angry Birds Classic, Cut The Rope, dan Where’s My Water menjadi bagian dari sejarah awal perkembangan game mobile.

Anehnya, meskipun sudah berusia lebih dari satu dekade, game-game ini masih bertahan hingga sekarang, dimainkan oleh mereka yang ingin kembali ke masa keemasan Android.

Angry Birds: Ikon Game Mobile Generasi Awal

Diluncurkan pada tahun 2009, Angry Birds langsung menjadi fenomena global. Gameplay-nya sederhana: melontarkan burung ke arah bangunan babi hijau. Tapi kesederhanaan itulah yang membuatnya adiktif.

Meski Rovio sempat menarik versi klasiknya dari Play Store, permintaan komunitas membuat Angry Birds Classic dirilis ulang dengan versi “Re-Mastered”.

Game ini bukan sekadar nostalgia, tapi juga pembelajaran tentang desain game minimalis yang efektif.

Cut The Rope: Fisika, Permen, dan Monster Imut

Siapa tak kenal Om Nom, si monster hijau pecinta permen? Cut The Rope memadukan logika fisika dengan desain level yang cerdas.

Dirilis pada 2010, game ini mengajarkan banyak pemain muda tentang gravitasi, momentum, dan ketepatan.

Meskipun banyak game puzzle bermunculan, Cut The Rope tetap memiliki tempat tersendiri di hati penggemar game Android.

Versi klasiknya masih tersedia dan bisa berjalan mulus di hampir semua perangkat modern.

Where’s My Water: Disney dan Air Kotor yang Cerdas

Where’s My Water menampilkan Swampy, buaya lucu yang hanya ingin mandi. Pemain harus mengarahkan aliran air melalui tanah dan pipa, menghindari rintangan seperti lumpur dan racun.

Game ini menjadi bukti bahwa Disney pun bisa masuk ke pasar game puzzle fisika dengan elegan.

Meski tak sepopuler dulu, banyak orang masih mengunduhnya untuk mengisi waktu luang dan merasakan kembali keseruan masa kecil.

Mengapa Game Jadul Ini Masih Bertahan?

Jawabannya: nostalgia dan kualitas gameplay. Tidak seperti game modern yang sering bergantung pada grafis atau microtransaction, game-game jadul ini menawarkan:

Nostalgia yang Tak Sekadar Hiburan

Game Android jadul seperti Angry Birds Classic, Cut The Rope, dan Where’s My Water bukan hanya hiburan, tapi juga jejak digital generasi awal Android.

Mereka membawa kita kembali ke masa di mana bermain game adalah soal kesenangan, bukan monetisasi. Dan hingga kini, mereka tetap hidup, diunduh, dimainkan, dan dicintai.

Jika Anda merasa lelah dengan game modern yang rumit, cobalah kembali ke akar: game sederhana yang pernah membuat kita jatuh cinta pada dunia Android. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#game klasik #cut the rope #Angry Birds #game android jadul