Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

‎Viral di X, Penipuan Paket Resi 13 dan JO Jadi Bahan Obrolan Warganet

Akhmad Nur Khoiri • Minggu, 13 Juli 2025 | 17:34 WIB
Ilustrasi kurir mengantar paket resi JO dan resi 13 dengan modus penipuan paket COD dan paket kosong.
Ilustrasi kurir mengantar paket resi JO dan resi 13 dengan modus penipuan paket COD dan paket kosong.

Trenggaleknjenggelek – Warganet tengah ramai memperbincangkan unggahan viral di platform X (sebelumnya Twitter) dari akun @somexthread yang memperingatkan publik untuk berhati-hati terhadap paket J&T Express dengan nomor resi berawalan “JO” dan “13”.

Unggahan yang telah ditonton lebih dari 13 ribu kali dalam 10 jam ini menyita perhatian karena disebut berdasarkan kesaksian langsung dari kurir.

‎Dalam unggahan tersebut, tertulis peringatan bertajuk “BOCORAN dari KURIR: Jangan Pernah Menerima Paket J&T dengan RESI Berawalan 13 dan JO Kalo Kalian Ngga Mau Menyesal”.

Postingan ini disertai sejumlah dokumentasi foto paket dan pengakuan bahwa banyak kurir mengeluhkan pengiriman yang menggunakan resi dengan awalan tersebut.

‎“Banyak korban ditipu sama paket resi berawalan JO dan 13,” tulis akun tersebut dalam thread lanjutannya.

Ia juga membagikan narasi bahwa kurir merasa malas mengantarkan paket dengan resi-resi tersebut karena sering bermasalah, bahkan kadang tidak diterima oleh pembeli.

‎Dari informasi yang dihimpun, modus yang kerap digunakan dalam kasus ini ialah pengiriman barang Cash on Delivery (COD) yang isinya tidak sesuai atau bahkan kosong.

Dalam beberapa kasus, penerima paket tidak merasa pernah memesan barang, namun tetap didatangi oleh kurir dan diminta membayar.

Paket dengan resi berawalan “JO” dan “13” disebut-sebut lebih sering digunakan oleh pelaku penipuan untuk menyamarkan kiriman bermasalah.

‎Tak hanya itu, akun tersebut juga menyampaikan bahwa kurir merasa dirugikan karena sering kali harus menanggung biaya operasional ketika paket tidak jadi diantar atau ditolak oleh penerima.

“Fix selalu zoong dan selalu nipu banyak korban,” tulisnya dalam unggahan lanjutan.

‎Meski hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak J&T Express terkait nomor resi dengan awalan tersebut, sejumlah netizen membenarkan pengalaman serupa.

Banyak yang mengaku menerima paket mencurigakan dengan resi “JO” atau “13”, dan mendapati isinya tidak sesuai bahkan tak layak pakai.

‎Menanggapi viralnya isu ini, warganet saling mengingatkan untuk tidak menerima paket COD jika merasa tidak pernah memesan, serta selalu mengecek nomor resi melalui situs atau aplikasi resmi ekspedisi.

Selain itu, publik juga diimbau untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang mengaku sebagai “cek resi” melalui pesan singkat atau WhatsApp, karena berpotensi mengarah ke penipuan data atau phishing.

‎Praktik pengiriman paket bermasalah ini menambah daftar panjang modus penipuan berbasis logistik yang memanfaatkan sistem ekspedisi dan minimnya verifikasi dari penerima.

Masyarakat pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap pengiriman tidak jelas asal usulnya. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#kurir #Resi 13 #Resi JO #Penipuan paket #cod