Trenggaleknjenggelek - Tak banyak perempuan yang menjadikan mendaki gunung sebagai hobi. Namun, Rica Naudita Krisna adalah salah satu dari sedikit perempuan yang memilih jalur ini untuk mengisi waktu luang dan mempererat hubungan dengan teman maupun keluarga.
Setiap akhir pekan, perempuan asal desa Tumpuk Tugu ini rutin merencanakan pendakian bersama teman-temannya. Mereka selalu memilih gunung dengan ketinggian sedang agar pendakian bisa dilakukan dalam sehari. “Biasanya kami langsung turun setelah sampai puncak. Tapi kalau cuaca dan kondisi memungkinkan, kami memilih untuk berkemah atau camping,” ujarnya.
Menurut Rica, mendaki bukan hanya soal menaklukkan puncak. Kegiatan ini juga menjadi cara menjaga kebugaran tubuh sekaligus sarana untuk melepas penat dari aktivitas harian. “Dengan melihat pemandangan alam yang indah dari atas gunung, stres bisa perlahan hilang. Itu yang membuat saya terus ingin melakukannya,” jelasnya.
Selain itu, Rica memaknai pendakian sebagai cara untuk lebih menghargai alam. “Alam bukan hanya untuk dikagumi, tapi juga untuk dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan. Banyak nilai kehidupan yang bisa kita pelajari dari alam,” pesannya.
Bagi Rica, pendakian bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga proses menemukan inspirasi dan menumbuhkan rasa syukur. Ia berharap semakin banyak perempuan yang berani mengeksplorasi alam dan menemukan makna baru di setiap langkah pendakian.