Trenggaleknjenggelek - Siapa sangka, sebuah hobi yang awalnya sekadar kegiatan sehari-hari bisa menjadi jalan hidup baru bagi seorang wanita asal Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Dialah Egim Yuwartik, instruktur senam muda yang kini mulai dikenal luas di berbagai wilayah Trenggalek.
Perjalanannya tidak selalu mudah. Tiga tahun lalu, Egim hanya rutin berolahraga senam untuk menjaga kebugaran. Namun dorongan dari teman dan tetangga membuatnya berani melangkah lebih jauh. "Banyak yang menyarankan saya membuka kelas senam sendiri. Awalnya ragu, tapi akhirnya nekat ikut tes sertifikasi instruktur," ujarnya.
Biaya yang tidak sedikit tidak menyurutkan tekadnya. Dengan semangat, Egim berhasil mengantongi sertifikat resmi instruktur senam. “Saya ingin mengajar dengan legal, seperti guru-guru pada umumnya,” tambahnya.
Kini, jadwal Egim padat hampir setiap hari. Ia membuka kelas senam di rumahnya setiap Senin, Rabu, dan Jumat sore. Selain itu, ia juga mengisi jadwal di Gedung Serbaguna Dongko, halaman rumah Camat Watulimo, hingga kegiatan rutin Jumat Sehat di kantor kecamatan, puskesmas, balai desa, bahkan di Polres Trenggalek.
“Kalau ada waktu kosong, biasanya saya isi dengan jogging di pegunungan. Rasanya lebih menantang dan bikin semangat,” kata Egim sambil tersenyum.
Menariknya, dari hobi yang ia tekuni, Egim kini bisa menambah penghasilan sekaligus memperluas pergaulan. Ia sering bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai kalangan, bahkan bisa membaur dengan para pejabat daerah. “Itu suatu kebanggaan bagi saya yang bukan siapa-siapa ini. Semua tergantung bagaimana kita membawa diri,” tuturnya rendah hati.
Meski semakin dikenal, soal bayaran Egim tidak pernah pasang target. Ia mengikuti standar umum di Trenggalek. “Kalau dapat banyak ya disyukuri, kalau sedikit pun tetap saya terima dengan ikhlas. Rezeki itu sudah ada yang mengatur,” ucapnya.
Di sela kesibukannya sebagai instruktur senam, Egim tetap menjalankan usaha toko pakaian bersama adiknya. Namun fokus utama kini memang pada dunia olahraga yang ia cintai.
Baginya, kunci bertahan di tengah persaingan bukanlah saling menjatuhkan, melainkan meningkatkan kualitas diri. “Saya selalu berusaha agar peserta tidak bosan dan tetap gembira mengikuti apa yang saya ajarkan. Rezeki tidak akan pernah salah alamat,” tegasnya.
Dengan semangat dan konsistensinya, Egim Yuwartik kini menjadi sosok inspiratif di desanya. Dari sebuah hobi sederhana, ia membuktikan bahwa mimpi bisa diraih jika dijalani dengan tekad dan kerja keras.(gun)
Editor : Gunawan Rdr Tulungagung