Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mengapa Banyak Gen-Z Trenggalek Masih Tinggal Bersama Orang Tua Mereka ?

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Kamis, 18 September 2025 | 02:50 WIB
Banyak Gen-Z Trenggalek memilih tetap tinggal bersama orang tua. Bukan berarti tidak mandiri, melainkan strategi hidup yang realistis.
Banyak Gen-Z Trenggalek memilih tetap tinggal bersama orang tua. Bukan berarti tidak mandiri, melainkan strategi hidup yang realistis.

 

TRENGGAELK- Fenomena generasi muda yang tetap tinggal bersama orang tua tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga terlihat jelas di daerah seperti Trenggalek.

Generasi Z, yang lahir sekitar tahun 1997–2012, sering dipandang lebih mandiri secara teknologi dan pola pikir. Namun, dalam praktik kehidupan sehari-hari, banyak dari mereka masih memilih tinggal bersama orang tua.

Pilihan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan cerminan dari berbagai faktor yang saling berkaitan—mulai dari ekonomi, budaya, hingga cara pandang mereka tentang kemandirian.

1. Faktor Ekonomi

Bagi sebagian besar Gen-Z, terutama yang baru lulus sekolah atau kuliah, tantangan pertama adalah masalah finansial. Harga kebutuhan pokok yang terus meningkat membuat biaya hidup menjadi semakin berat.

Di Trenggalek, memang tidak setinggi kota besar seperti Surabaya atau Jakarta, tetapi tetap terasa membebani ketika dibandingkan dengan penghasilan awal anak muda.

Sewa kos atau kontrakan sederhana bisa menghabiskan hampir separuh gaji bulanan, belum lagi ditambah biaya listrik, air, internet, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Dengan tinggal bersama orang tua, Gen-Z bisa menghemat sebagian besar pengeluaran itu. Uang yang biasanya habis untuk sewa rumah bisa dialihkan untuk menabung, modal usaha kecil, atau kebutuhan pendidikan lanjutan.

Bagi mereka yang bekerja di sektor informal atau masih mengandalkan penghasilan dari pekerjaan online, pilihan untuk tetap tinggal di rumah jelas lebih rasional.

Tidak hanya mengurangi beban, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk merencanakan masa depan dengan lebih tenang.

2. Nilai Budaya dan Keluarga

Trenggalek adalah daerah yang masih kental dengan tradisi Jawa. Dalam budaya Jawa, keluarga memegang peran sentral dalam kehidupan seseorang.

Tinggal bersama orang tua bukan hanya soal tempat berteduh, melainkan bentuk bakti, rasa hormat, dan keterikatan emosional yang kuat.

Banyak anak muda merasa belum pantas untuk meninggalkan rumah sebelum menikah atau benar-benar mapan secara ekonomi.

Ada semacam norma sosial yang tidak tertulis: seorang anak dianggap lebih baik jika tetap mendampingi orang tuanya sampai ia memiliki keluarga sendiri.

Selain itu, orang tua pun merasa lebih nyaman ketika anak-anaknya masih berada di dekat mereka.

Ikatan keluarga yang erat ini menjadikan rumah bukan hanya sekadar tempat tinggal, melainkan pusat kebersamaan.

Tidak jarang, keputusan untuk tetap tinggal bersama orang tua juga lahir dari rasa tanggung jawab anak untuk menjaga dan merawat mereka di masa tua.

3. Dukungan Praktis

Selain alasan ekonomi dan budaya, tinggal bersama orang tua juga memberi keuntungan praktis yang nyata.

Anak-anak muda masih bisa menikmati kenyamanan rumah: ada makanan yang disediakan, ada tempat tinggal yang aman, dan ada orang tua yang siap memberi bimbingan ketika mereka menghadapi kesulitan.

Bagi Gen-Z yang sedang menempuh kuliah atau baru memulai karier, hal ini sangat membantu.

Mereka bisa fokus belajar atau bekerja tanpa harus terbebani urusan rumah tangga sepenuhnya. Bahkan bagi yang sudah bekerja, dukungan moral dari orang tua sering kali menjadi sumber semangat yang penting.

Di sisi lain, orang tua pun merasa senang karena rumah tetap hidup dengan kehadiran anak-anak mereka. Hubungan timbal balik ini menjadikan fenomena tinggal bersama sebagai sesuatu yang saling menguntungkan.

4. Perubahan Gaya Hidup

Generasi Z adalah generasi digital. Banyak dari mereka yang bisa bekerja atau berbisnis dari rumah berkat internet.

Di Trenggalek sendiri, akses internet semakin mudah dan terjangkau, memungkinkan anak muda untuk menjalankan usaha online, menjadi freelancer, atau bahkan membuat konten digital tanpa harus pindah ke kota besar.

Selain itu, banyak Gen-Z merasa lebih nyaman tinggal di rumah keluarga karena suasananya lebih stabil dan akrab.

Mereka tetap bisa menjalin pergaulan dengan teman sebaya, beraktivitas di luar rumah, atau bahkan ikut komunitas, tanpa harus meninggalkan kenyamanan rumah.

Hal ini menunjukkan bahwa konsep “kemandirian” bagi Gen-Z tidak selalu identik dengan pindah rumah. Mereka bisa tetap produktif, mandiri secara finansial, bahkan sukses, meskipun masih tinggal bersama orang tua.

5. Pandangan Terhadap Kemandirian

Generasi sebelumnya sering memandang kemandirian sebagai kemampuan untuk hidup terpisah dari orang tua. Namun, Gen-Z punya tafsir baru.

Bagi mereka, kemandirian lebih kepada bagaimana mereka bisa mengatur hidup sendiri, mengambil keputusan penting, dan membangun masa depan dengan cara mereka sendiri.

Dengan cara pandang ini, tinggal bersama orang tua tidak dianggap mengurangi kemandirian, melainkan strategi untuk menyeimbangkan antara tanggung jawab pribadi dan kenyamanan keluarga.

Mereka tetap bisa mandiri dalam bekerja, mengatur keuangan, dan merencanakan masa depan, meskipun atap yang menaungi masih sama dengan orang tua. (*)

 

BERIKAN LANGSUNG: Wabup Sumenep KH Imam Hasyim didampingi Kepala Disperkimhub Yayak Nurwahyudi memberikan life jacket kepada nelayan di Harhubnas Rabu (17/9). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)
BERIKAN LANGSUNG: Wabup Sumenep KH Imam Hasyim didampingi Kepala Disperkimhub Yayak Nurwahyudi memberikan life jacket kepada nelayan di Harhubnas Rabu (17/9). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)
HARMONIS: Wabup KH Imam Hasyim bersama Kepala Disperkimhub Yayak Nurwahyudi berfoto bersama usai pemotongan tumpeng dalam peringatan Harhubnas 2025 di Pemkab Sumenep Rabu (17/9).
HARMONIS: Wabup KH Imam Hasyim bersama Kepala Disperkimhub Yayak Nurwahyudi berfoto bersama usai pemotongan tumpeng dalam peringatan Harhubnas 2025 di Pemkab Sumenep Rabu (17/9).
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Gen-Z #lifestyle #StayAtHome