Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Rahasia di Balik Lagu Sedih: Mengapa Bisa Membuat Hati Lebih Tenang?

Friesta Cahya Ramadhani • Jumat, 19 September 2025 | 01:30 WIB
Mendengarkan lagu sedih sering kali justru menghadirkan rasa tenang dan melegakan hati.
Mendengarkan lagu sedih sering kali justru menghadirkan rasa tenang dan melegakan hati.

 

TRENGGALEK – Musik memiliki kekuatan besar dalam memengaruhi emosi manusia.

Tidak hanya sekadar hiburan, musik mampu menjadi sarana untuk menenangkan hati yang sedang dilanda masalah.

Menariknya, ketika suasana hati sedang kacau, banyak orang justru lebih memilih lagu sedih dibandingkan lagu yang ceria.

Fenomena ini mungkin terasa aneh, sebab secara logika musik riang seharusnya mampu mengangkat mood.

Namun kenyataannya, lagu sedih sering kali memberi rasa tenang dan lega bagi pendengarnya.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Berikut penjelasannya.

1. Musik sebagai Katarsis: Pelepasan Emosi Tersembunyi

Tidak semua emosi negatif dapat tersalurkan dengan baik. Jika dipendam terlalu lama, emosi justru menjadi beban bagi pikiran dan hati.

Mendengarkan lagu sedih memberi ruang untuk mengekspresikan perasaan yang sulit diungkapkan.

Melalui melodi yang sendu dan lirik yang penuh makna, seseorang dapat merasakan, mengakui, lalu melepaskan kesedihan yang ada di dalam diri.

Inilah yang disebut katarsis, yaitu proses pelepasan emosi yang membawa kelegaan.

Tidak jarang, seseorang menangis ketika mendengar lagu tentang kehilangan. Namun tangisan itu justru membuat hati terasa lebih ringan dan lega.

2. Lagu Sedih Membuat Pendengar Merasa Dimengerti

Hampir semua orang pernah melewati masa sulit, seperti patah hati, kehilangan, atau kesepian.

Lagu sedih sering kali hadir dengan lirik yang universal, sehingga siapa pun bisa merasa terhubung dengannya.

Ada rasa seolah penyanyi atau penulis lagu benar-benar memahami perasaan pendengar.

Hal ini menciptakan kesan bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi kesedihan.

Rasa dimengerti tersebut memberi ketenangan, sekaligus membangkitkan kesadaran bahwa setiap orang pernah merasakan hal yang sama.

3. Hormon Ketenangan yang Dilepaskan Tubuh

Penelitian yang dimuat dalam Frontiers in Psychology menyebutkan, mendengarkan musik melankolis dapat memicu pelepasan hormon prolaktin.

Hormon ini berhubungan erat dengan rasa nyaman, damai, serta proses penyembuhan emosional.

Tidak hanya itu, musik juga mampu menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol.

Jadi meskipun terdengar sendu, lagu sedih justru memunculkan respon yang menenangkan pada tubuh.

4. Tempo Lambat yang Menenangkan Tubuh

Secara fisiologis, musik dengan tempo lambat memengaruhi detak jantung dan pernapasan.

Lagu sedih umumnya memiliki irama yang pelan, lembut, dan minim hentakan.

Efeknya, detak jantung menurun, pernapasan menjadi lebih teratur, dan otot tubuh perlahan beristirahat.

Inilah alasan mengapa banyak orang memilih playlist mellow untuk menemani waktu istirahat atau mengusir lelah setelah seharian beraktivitas.

5. Lagu Sedih Memicu Kreativitas dan Refleksi Diri

Tidak semua kesedihan berujung muram. Bagi sebagian orang, suasana hati yang melankolis justru menghadirkan inspirasi.

Banyak karya seni, tulisan, atau ide kreatif yang lahir dari momen sendu dengan iringan musik bernuansa sedih.

Musik sedih memberi ruang untuk refleksi diri. Pendengar diajak merenung lebih dalam, menelaah pengalaman hidup, sekaligus menemukan sisi baru dalam pikirannya.

Apakah Lagu Sedih Buruk untuk Didengarkan?

Jawabannya, tentu tidak. Mendengarkan lagu sedih bukan berarti membenamkan diri dalam suasana hati yang negatif.

Justru, pada momen yang tepat, lagu sedih dapat menjadi sahabat terbaik.

Musik melankolis membantu menenangkan pikiran, memberikan rasa damai, serta membuka ruang untuk menerima dan berdamai dengan emosi yang ada.

Bahkan, tidak jarang musik sedih justru melahirkan kekuatan baru setelah perasaan berhasil dilepaskan.

Jadi, jangan heran apabila suatu hari hati terasa sesak dan pilihan pertama justru jatuh pada lagu sendu.

Kadang, kelegaan tidak datang dari menghindari kesedihan, melainkan dari keberanian untuk merasakannya sejenak. (*)

 

Dari kiri, Edhi Tjahja Negara, Miressa Moravia, Tulsi Naidu, Shahnaz Haque; Honggo Widjojo Kangmasto, dan Ivan Jaya.
Dari kiri, Edhi Tjahja Negara, Miressa Moravia, Tulsi Naidu, Shahnaz Haque; Honggo Widjojo Kangmasto, dan Ivan Jaya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Gen Z #Lagu Sedih #Tenang #trengalek