Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kenapa Saat Menstruasi Dapat Timbul Jerawat, Simak Penjelasan secara Ilmiah dan Bisa Jadi Referensi

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Sabtu, 20 September 2025 | 04:25 WIB
Jerawat muncul tiap datang bulan? Tenang, itu wajar karena perubahan hormon. Kuncinya ada di perawatan kulit dan gaya hidup sehat.
Jerawat muncul tiap datang bulan? Tenang, itu wajar karena perubahan hormon. Kuncinya ada di perawatan kulit dan gaya hidup sehat.

TRENGGALEK - Bagi banyak perempuan, menstruasi bukan hanya soal perubahan fisik seperti kram perut, sakit kepala, atau perubahan mood.

Ada satu hal lain yang sering muncul dan cukup mengganggu yaitu jerawat.

Tidak sedikit perempuan yang mengeluhkan kulit wajahnya jadi lebih mudah berjerawat menjelang atau saat haid.

Fenomena ini dikenal dengan istilah jerawat hormonal. Meski terasa menjengkelkan, sebenarnya kondisi ini wajar terjadi.

Tubuh sedang mengalami perubahan hormon yang memengaruhi kulit, terutama pada bagian wajah.

Dengan memahami penyebabnya, kita bisa menemukan cara untuk mengurangi dampaknya dan menjaga kulit tetap sehat meski sedang menstruasi.

Perubahan Hormon dan Produksi Minyak Berlebih

Ketika menstruasi mendekat, tubuh mengalami perubahan kadar hormon yang cukup signifikan. Pada masa ini, kadar progesteron meningkat dan estrogen menurun.

Perubahan ini membuat kelenjar minyak  di kulit menjadi lebih aktif. Akibatnya, kulit menghasilkan lebih banyak sebum atau minyak alami.

Sebum sebetulnya berfungsi menjaga kelembapan kulit, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak, minyak akan bercampur dengan sel kulit mati.

Kondisi ini menutup pori-pori dan menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab jerawat Selain progesteron dan estrogen, ada juga pengaruh testosteron.

Meski hormon ini identik dengan laki-laki, tubuh perempuan juga memilikinya dalam jumlah kecil.

Baca Juga: Jangan Oversharing di Media Sosial, Bisa 10 Bahaya yang Bisa Mengintai Suatu saat bagi Anda

Ketika estrogen menurun, efek testosteron lebih terasa, sehingga kulit makin berminyak. Inilah alasan mengapa jerawat sering muncul saat haid, terutama di area dagu, pipi, dan dahi.

Mengapa Jerawat Saat Haid Bisa Lebih Parah?

Selain hormon, ada banyak faktor lain yang membuat jerawat semakin parah ketika menstruasi:

1. Stres menjelang menstruasi

Saat mendekati haid, banyak perempuan mengalami perubahan suasana hati atau mudah stres. Hormon stres (kortisol) yang meningkat bisa merangsang kulit menghasilkan lebih banyak minyak.

2. Ngidam makanan tertentu

PMS sering membuat seseorang ingin mengonsumsi makanan manis, asin, atau berminyak, seperti cokelat, gorengan, dan camilan cepat saji. Makanan jenis ini bisa meningkatkan peradangan pada tubuh dan memperburuk jerawat.

3. Kurang tidur

Rasa tidak nyaman akibat PMS kadang membuat tidur terganggu. Padahal, kurang tidur dapat mengurangi kemampuan kulit memperbaiki diri, sehingga jerawat lebih mudah muncul.

4. Kebiasaan makeup dan skincare

Menggunakan makeup tebal atau produk skincare yang tidak sesuai jenis kulit dapat menyumbat pori.

Jika tidak dibersihkan dengan baik, jerawat bisa semakin banyak.

Cara Mengurangi Jerawat Saat Menstruasi

Jerawat saat haid memang sulit dihindari sepenuhnya, tetapi ada beberapa langkah yang bisa membantu mengurangi jumlah dan keparahannya.

1. Perawatan Kulit Harian

Bersihkan wajah dua kali sehari dengan pembersih lembut.

Pilih skincare yang berlabel oil-free atau non-comedogenic agar tidak menyumbat pori.

Gunakan pelembap ringan agar kulit tetap lembap tanpa terasa berminyak.

Tambahkan tabir surya pada siang hari untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

2. Perawatan Tambahan

Produk dengan asam salisilat dapat membantu membersihkan pori-pori dan mengurangi minyak berlebih.

Benzoyl peroxide bisa digunakan untuk melawan bakteri penyebab jerawat.

Masker tanah liat (clay mask) bisa menyerap minyak berlebih pada wajah.

3. Gaya Hidup Sehat

Perbanyak minum air putih agar kulit tetap terhidrasi.

Konsumsi makanan bergizi seimbang: buah, sayuran, dan makanan tinggi serat.

Batasi makanan tinggi gula, gorengan, serta makanan cepat saji.

Tidur cukup 7–8 jam setiap malam untuk membantu regenerasi kulit.

4. Kelola Stres

Lakukan aktivitas relaksasi seperti yoga, meditasi, atau olahraga ringan.

Luangkan waktu untuk hobi agar mood tetap stabil.

Hindari tekanan berlebihan menjelang haid dengan membuat jadwal yang lebih fleksibel.

5. Konsultasi ke Dokter Kulit

Jika jerawat terasa parah, menyakitkan, atau menimbulkan bekas, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Dokter dapat memberikan perawatan khusus, seperti obat oles retinoid, antibiotik, atau terapi hormonal untuk menyeimbangkan kondisi kulit. (*)

 

Program Jamsos Mengajar di FIFGROUP Tulungagung dilaksanakan secara Offline di SMKN 1 Trenggalek Oleh Bpk M. Latip Ghozali (Kepala Pos Trenggalek) dan Ibu Ika Vidiasari Aristawati, SPd MPd
Program Jamsos Mengajar di FIFGROUP Tulungagung dilaksanakan secara Offline di SMKN 1 Trenggalek Oleh Bpk M. Latip Ghozali (Kepala Pos Trenggalek) dan Ibu Ika Vidiasari Aristawati, SPd MPd
Program Jamsos Mengajar di FIFGROUP Tulungagung dilaksanakan secara Offline di SMKN 2 Tulungagung Oleh Bpk Sandi Uji Santoso (Kepala Pos Ngunut) dan Ibu Ayu Diah Kusuma W SPd
Program Jamsos Mengajar di FIFGROUP Tulungagung dilaksanakan secara Offline di SMKN 2 Tulungagung Oleh Bpk Sandi Uji Santoso (Kepala Pos Ngunut) dan Ibu Ayu Diah Kusuma W SPd
Kondisi Bella Hadid yang dikabarkan dirawat karena penyakit Lyme
Kondisi Bella Hadid yang dikabarkan dirawat karena penyakit Lyme
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Menstruasi #Perawatan kulit #Jerawat