TRENGGALEK - Fenomena menjaga bentuk kepala bayi agar tetap bulat dan indah bukanlah hal asing di Korea Selatan.
Di Korea Selatan, perhatian terhadap penampilan sudah dianggap penting sejak usia dini.
Tidak hanya wajah, gaya berpakaian, dan kebersihan tubuh, bentuk kepala bayi pun menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh banyak orang tua di Korea Selatan.
Kepala yang bulat dianggap lebih menarik, sehat, dan mendukung penampilan anak di masa depan, sehingga praktik menjaga bentuk kepala bayi menjadi kebiasaan yang melekat dalam budaya masyarakat Korea.
Makna Budaya dan Estetika
Dalam pandangan masyarakat Korea, bentuk kepala yang bulat melambangkan keseimbangan, keberuntungan, serta daya tarik estetika.
Sejak lama, orang tua menganggap bahwa kepala anak yang proporsional akan memberikan kesan sehat dan menawan.
Lebih jauh lagi, bentuk kepala yang ideal dipercaya akan mendukung perkembangan penampilan anak ketika dewasa, misalnya saat menata rambut atau mengenakan aksesori tertentu.
Hal ini juga berhubungan dengan standar kecantikan Korea yang menekankan pada proporsi wajah dan tubuh yang serasi.
Perhatian Sejak Usia Bayi
Tulang tengkorak bayi bersifat lunak dan mudah berubah bentuk pada bulan-bulan awal kehidupan.
Karena itu, orang tua Korea biasanya memberikan perhatian ekstra agar kepala anak tidak menjadi peyang akibat tidur dengan posisi yang sama setiap hari.
Perhatian ini dilakukan dengan cara-cara sederhana maupun melalui teknologi modern.
1. Penggunaan Bantal Khusus
Bantal berbentuk cekung menjadi salah satu alat paling populer di kalangan orang tua Korea.
Bantal ini dibuat dengan lekukan di bagian tengah agar kepala bayi dapat tertopang secara seimbang.
Dengan begitu, tekanan tidak hanya tertuju pada satu sisi, melainkan menyebar secara merata, sehingga kepala tetap bulat.
2. Variasi Posisi Tidur
Selain bantal khusus, orang tua juga rutin mengubah posisi tidur anak. Misalnya, bayi dibaringkan miring ke kanan, lalu ke kiri, dan sesekali telentang.
Kebiasaan ini membantu mengurangi risiko kepala menjadi datar pada salah satu sisi.
Bahkan, beberapa orang tua rela bergantian menjaga bayi saat tidur untuk memastikan posisi tetap sesuai.
3. Pemakaian Helm Terapi
Jika metode alami dianggap kurang efektif, beberapa orang tua memilih menggunakan helm terapi yang direkomendasikan dokter.
Helm ini bekerja dengan memberikan tekanan lembut pada bagian tertentu dari kepala bayi, sehingga bentuknya bisa diarahkan ke posisi yang lebih simetris.
Walaupun harganya tidak murah, banyak keluarga di Korea menganggapnya sebagai investasi jangka panjang demi kesehatan dan penampilan anak.
4. Perawatan Sehari-hari
Selain menggunakan alat, perhatian juga diberikan pada kebiasaan sehari-hari, seperti menggendong bayi dengan posisi berbeda, memangku dengan cara bergantian, hingga memberikan stimulasi agar bayi tidak hanya tidur dalam posisi tertentu. Semua ini dilakukan agar bentuk kepala tetap bulat dan proporsional.
Hubungan dengan Tren dan Mode
Alasan lain mengapa bentuk kepala menjadi perhatian adalah karena kaitannya dengan dunia mode.
Di Korea, rambut sering dianggap sebagai salah satu penunjang penampilan utama.
Kepala yang bulat dan simetris diyakini memudahkan anak saat mencoba berbagai gaya rambut, baik gaya sederhana maupun tren modern yang populer di kalangan remaja dan dewasa muda.
Bahkan, ada anggapan bahwa bentuk kepala yang baik akan membuat wajah terlihat lebih seimbang ketika difoto atau tampil di depan umum.
Tidak heran jika banyak keluarga rela berusaha keras menjaga bentuk kepala anak mereka sejak usia dini, sebagai bekal agar anak tampil modis di masa depan.
Dukungan Industri dan Produk Khusus
Fenomena ini juga didukung oleh industri perlengkapan bayi di Korea.
Banyak merek lokal maupun internasional merilis produk yang dikhususkan untuk menjaga bentuk kepala bayi, mulai dari bantal ergonomis, matras tidur, hingga helm korektif.
Produk-produk tersebut tidak hanya dipasarkan secara domestik, tetapi juga diekspor ke berbagai negara lain yang mulai menaruh perhatian pada bentuk kepala bayi. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah