TRENGGALEK - Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang berfungsi memulihkan energi dan menjaga kesehatan tubuh.
Namun, tidak semua orang dapat menikmati tidur dengan kualitas yang baik.
Salah satu gangguan tidur yang sering terjadi tetapi kerap diabaikan adalah sleep walking atau tidur sambil berjalan.
Sleep walking, atau dalam istilah medis disebut somnambulisme, adalah gangguan tidur yang ditandai dengan aktivitas motorik kompleks ketika seseorang masih dalam keadaan tidur.
Penderita dapat berjalan, berbicara, bahkan melakukan kegiatan tertentu tanpa sadar, dan biasanya tidak mengingat kejadian tersebut ketika bangun.
Meski lebih banyak dialami oleh anak-anak, orang dewasa juga bisa mengalaminya.
Penyebab Sleep Walking
Terdapat berbagai faktor yang bisa memicu terjadinya sleep walking. Beberapa di antaranya adalah:
1. Kurang tidur dan kelelahan
Tubuh yang kurang istirahat dapat memicu otak tetap aktif meski seseorang sedang tertidur, sehingga memunculkan perilaku tidak sadar.
2. Stres dan kecemasan
Tekanan psikologis dapat memengaruhi kualitas tidur. Orang yang sering merasa cemas lebih berisiko mengalami tidur sambil berjalan.
3. Faktor genetik
Jika salah satu anggota keluarga memiliki riwayat sleep walking, kemungkinan besar kondisi ini dapat diturunkan.
4. Kondisi medis tertentu
Gangguan pernapasan saat tidur, epilepsi, atau masalah pada sistem saraf bisa menjadi penyebab.
5. Efek samping obat-obatan
Beberapa obat penenang atau obat tidur dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan menimbulkan sleep walking.
6. Konsumsi alkohol
Minuman beralkohol dapat mengganggu pola tidur normal dan memicu perilaku tidur sambil berjalan.
Gejala Sleep Walking
Gejala utama sleep walking adalah berjalan dalam kondisi tidur. Namun, ada beberapa tanda lain yang biasanya menyertai, antara lain:
•Mata terbuka tetapi pandangan kosong.
•Sulit dibangunkan saat sedang berjalan.
•Tidak merespons ketika diajak berbicara.
•Melakukan aktivitas sederhana seperti membuka pintu, memindahkan benda, atau duduk di tempat tidur.
•Tidak mengingat apa pun pada pagi harinya.
•Tampak kebingungan atau lelah setelah bangun.
Risiko dan Bahaya Sleep Walking
Sleep walking bukan sekadar kebiasaan tidur yang unik, tetapi juga memiliki risiko serius. Beberapa bahaya yang mungkin terjadi yaitu:
•Cedera fisik akibat terjatuh atau menabrak benda di sekitar.
•Gangguan tidur yang menyebabkan rasa kantuk dan lelah berlebihan pada siang hari.
•Risiko kecelakaan jika penderita tanpa sadar keluar rumah atau berinteraksi dengan benda berbahaya.
•Mengganggu orang lain di lingkungan rumah, terutama jika kejadian terjadi berulang.
Cara Mengatasi Sleep Walking
Menghadapi sleep walking memerlukan langkah yang tepat agar tidak membahayakan penderita maupun lingkungan sekitar. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:
1. Menciptakan lingkungan tidur yang aman
Pastikan kamar tidur bebas dari benda berbahaya, kunci pintu dan jendela, serta singkirkan barang yang berpotensi menimbulkan cedera.
2. Menjaga kualitas tidur
Tidur dengan waktu yang cukup dan konsisten dapat membantu mengurangi risiko sleep walking.
3. Mengelola stres
Lakukan relaksasi, yoga, atau meditasi sebelum tidur untuk menenangkan pikiran.
4. Menghindari konsumsi alkohol dan obat penenang tanpa resep dokter
Zat tersebut dapat memperburuk gangguan tidur.
5. Konsultasi dengan tenaga medis
Jika sleep walking terjadi sering dan membahayakan, segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli tidur untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah