Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Ada Alasan Gen Z Lebih Rentan Alami Gangguan Tidur Dibanding Milenial

Eka Putri Wahyuni • Kamis, 9 Oktober 2025 | 17:55 WIB
Ternyata pola hidup dan kebiasaan digital membuat Gen Z lebih mudah mengalami gangguan tidur dibanding generasi sebelumnya.
Ternyata pola hidup dan kebiasaan digital membuat Gen Z lebih mudah mengalami gangguan tidur dibanding generasi sebelumnya.

TRENGGALEK – Gangguan tidur kini menjadi masalah yang semakin sering dialami oleh generasi muda, terutama Gen Z.

Berbeda dengan generasi Milenial yang tumbuh dengan teknologi saat masih berkembang, Gen Z lahir dan besar di tengah dunia digital yang serba cepat dan penuh distraksi.

Pola hidup ini membuat mereka lebih rentan mengalami gangguan tidur. Berdasarkan data dari Sleep Foundation dan sejumlah penelitian terbaru, Gen Z memiliki tingkat insomnia dan kualitas tidur yang lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.

Beberapa faktor utama yang saling terkait, mulai dari gaya hidup, tekanan sosial, hingga kebiasaan digital, berperan besar dalam masalah ini.

1. Terpapar Layar Gawai Terlalu Lama

Paparan cahaya biru dari ponsel, laptop, dan tablet menjadi salah satu penyebab utama gangguan tidur Gen Z.

Banyak yang menggunakan perangkat digital hingga larut malam untuk menonton film, bermain game, atau berselancar di media sosial.

Cahaya biru dapat menekan produksi hormon melatonin yaitu hormon yang membuat tubuh merasa mengantuk sehingga waktu tidur menjadi lebih lama dan kualitas tidur menurun.

2. Tekanan Sosial dan Kecemasan Digital

Hidup di era media sosial yang aktif menimbulkan tekanan untuk selalu tampil sempurna dan produktif.

Rasa cemas akibat tuntutan pengakuan di dunia digital kerap membuat pikiran sulit tenang, bahkan saat waktu istirahat tiba, sehingga pola tidur terganggu.

3. Jam Biologis yang Tidak Teratur

Kebiasaan tidur larut dan bangun siang, terutama akibat belajar daring atau pekerjaan fleksibel, mengganggu ritme sirkadian tubuh.

Ritme ini mengatur siklus tidur dan bangun secara alami, dan jika terganggu, risiko gangguan tidur kronis meningkat.

4. Konsumsi Kafein dan Minuman Energi

Kopi dan minuman energi menjadi bagian dari gaya hidup anak muda.

Meski dapat meningkatkan fokus, konsumsi berlebihan terutama di malam hari membuat tubuh sulit beristirahat, sehingga kualitas tidur menurun dan tubuh tidak memperoleh waktu pemulihan yang cukup.

5. Stres Akademik dan Tekanan Karier

Tuntutan berprestasi tinggi di pendidikan maupun karier, ditambah ketidakpastian masa depan, membuat Gen Z sulit merasa tenang.

Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu insomnia dan gangguan tidur lainnya.

6. Kurangnya Aktivitas Fisik

Gaya hidup modern yang cenderung sedentari membuat banyak Gen Z jarang bergerak.

Padahal, olahraga membantu tubuh melepaskan hormon endorfin, menurunkan stres, dan meningkatkan kualitas tidur.

Kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh tidak lelah secara fisik, sehingga lebih sulit untuk tertidur nyenyak.

Tidur yang cukup bukan sekadar istirahat, tetapi kunci untuk menjaga kesehatan mental, konsentrasi, dan produktivitas sehari-hari.

Dengan memahami penyebab gangguan tidur dan menerapkan kebiasaan sehat, Gen Z dapat memperbaiki pola tidur dan meningkatkan kualitas hidup di tengah tekanan dunia modern yang serba cepat.

 

Tim LayarKita melakukan syuting salah satu adegan dalam RFF 2025
Tim LayarKita melakukan syuting salah satu adegan dalam RFF 2025
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Gen Z #gangguan tidur