Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Trend Outfit Thrifting, Gaya Murah tapi Tetap Stylish!

Eka Putri Wahyuni • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 00:11 WIB
Thrifting jadi pilihan favorit anak muda yang ingin tampil stylish tanpa harus menguras dompet.
Thrifting jadi pilihan favorit anak muda yang ingin tampil stylish tanpa harus menguras dompet.

 

TRENGGALEK – Di tengah derasnya arus tren fashion yang silih berganti, gaya berpakaian tak lagi ditentukan oleh mahalnya label atau keluaran terbaru dari merek ternama.

Kini, semakin banyak anak muda terutama dari kalangan Gen Z yang justru beralih ke thrifting, sebuah trend membeli pakaian bekas layak pakai yang tetap stylish dan unik.

Fenomena ini berkembang pesat karena dianggap sebagai cara tampil modis dengan biaya terjangkau, sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Apa Itu Thrifting? 

Thrifting sendiri berasal dari kata thrift yang berarti hemat.

Aktivitas ini pada dasarnya adalah berburu pakaian atau aksesoris bekas yang masih dalam kondisi bagus, baik dari pasar loak, toko khusus barang bekas, maupun platform online.

Banyak pecinta fashion muda yang menjadikan kegiatan ini sebagai cara menemukan barang-barang bermerek dengan harga yang sangat miring.

Tidak jarang pula, pakaian yang ditemukan justru tergolong langka dan tidak bisa didapatkan di toko biasa, sehingga menciptakan tampilan outfit yang unik dan berbeda dari kebanyakan orang.

Bagi Gen Z, thrifting bukan sekadar belanja, tetapi juga bentuk ekspresi diri.

Gaya berpakaian hasil thrift sering kali menggabungkan nuansa vintage, retro, dan streetwear modern, menciptakan karakter khas pada penampilan.

Anak muda merasa lebih bebas bereksperimen dengan warna, potongan, dan gaya tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Di sisi lain, mereka juga menyadari bahwa thrifting adalah langkah kecil untuk menjaga bumi.

Industri fashion merupakan salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia.

Dengan membeli pakaian bekas dan menggunakannya kembali, mereka ikut memperpanjang usia pakai sebuah produk dan mengurangi limbah tekstil.

Menariknya, trend ini kini tidak hanya sebatas aktivitas pribadi. Banyak influencer dan selebgram mulai membagikan gaya thrift look mereka di media sosial.

Unggahan OOTD thrift sering kali mencuri perhatian warganet karena menampilkan gaya modis dengan budget yang jauh lebih hemat.

Sebagian orang bahkan menjadikannya peluang bisnis dengan membuka toko online sepertithrift shop, memilah pakaian bekas berkualitas tinggi, lalu menjualnya kembali dengan tampilan yang lebih menarik dan estetik.

Kini toko pakaian bekas sudah bermunculan, mulai dari pasar tradisional hingga lapak kecil di pinggiran kota.

Banyak penjual menawarkan pilihan outfit thrift seperti jaket vintage, kemeja oversized, celana cargo, hingga sepatu retro yang kini digemari anak muda.

Selain harga yang terjangkau, keberagaman gaya membuat thrifting semakin diminati oleh kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda yang ingin tampil dengan gaya tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

Lebih dari sekadar trend belanja, thrifting telah menjadi bentuk gaya hidup cerdas di era modern.

Aktivitas ini mengajarkan bahwa tampil modis tidak selalu identik dengan barang baru dan harga yang mahal.

Melainkan yang terpenting adalah kreativitas dalam memadukan gaya dan kemampuan melihat potensi dari barang yang sudah ada.

Dalam dunia fashion yang bergerak cepat, thrifting menjadi ruang bagi anak muda untuk menciptakan identitas mereka sendiri, tampil beda, dan tetap bergaya dengan cara yang lebih berkelanjutan.

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trifthing #trenggalek #gaya hidup